Dinkes: Kota Serang Darurat Difteri

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Toyalis saat memberikan sambuta pada acara deklarasi. Rabu (22/11/2017).

Serang, Liputanbanten.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis mengatakan Kota Serang tengah mengalami darurat penyakit Diferteri, hal itu terungkap karena setiap bulan di 2017 penderita Difteri meningkat.

Penyakit Difteri di Kota Serang terjadi pada bulan Maret sampai Mei 2017 terdapat 6 pasien. Selanjutnya, pada bulan Oktober sampai Desember 2017 terdapat 5 pasien dan 1 meninggal, Senin(18/12/2017).

Lanjut Toyalis, penyebab adanya penyakit Difteri adalah kuman Mikro Bakterium Hipteri dengan faktornya sendiri adalah lingkungan yang terdapat kumanya dan kurangnya daya tahan tubuh.

“Sehingga menyerang selaput tenggorokan menjadi luka dan menutupi saluran pernapasan,” ungkapnya.

Cara pencegahanya sendiri, kata Toyalis, wajib mengikuti Imunisasi semenjak umur 1-19 tahun, dan cara penanganya harus ditempatkan dalam ruangan Isolasi.

“Ini harus di rawat khusus pada ruangan isolasi dan sangat bahaya. Karena khawatir nular ke pasien lain. Untuk saat ini kita hanya bisa menepatkan penderita penyakit Difteri pada rumah sakit kabupaten serang dan rumah sakit provinsi. pengobatanya sendiri tergantung kondisi pasieanya, dan minimal 5 hari bisa sembuh kalau belum parah dan kalau sudah parah tidak bisa di sembuhkan,” jelasnya.

Seperti diketahui, masih kata Toyalis, untuk penyakit Difteri di Kota Serang sendiri terdapat 11 pasien dengan meninggal 1 orang.  Tahun 2016 ada yang meninggal 7 orang dan tahun 2015 meninggal 2 terkena Diftery.

“Makanya sekarang kita Stok logistik Imunisasi aman oleh Pemerintah Pusat dan ada jarum suntiknya serta vaksinya. sekarang sedang menyasar ke masyarakat dulu dan mulai awal tahun baru ke sekolah-sekolah,” tandasnya. [Lb/Herlin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here