Data Pengguna Facebook Bocor, Ini Penjelasan Mabes Polri

Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto. (Foto: Liputanbanten)

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Kepolisian Republik Indonesia menilai dalam kasus kebocoran data 1,09 juta pengguna Facebook, harus dilihat seberapa banyak data yang bocor, serta kerugian yang diderita akibat kebocoran data tersebut.

Setelah itu Polri baru bisa menganalisa, menerapkan pasal dalam Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

“Kita harus lihat betul kerugian dari kebocoran tersebut apa? Apakah kerugian materiil atau kerugian immateriil dan itu seperti apa, lalu kita bisa terapkan dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia,” ungkap Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, di Jakarta, Kamis (19/4).

Untuk itu setelah kemarin diperiksa sekitar lima jam, Polri pun akan memanggil kembali pihak Facebook untuk mengklarifikasi terkait kebocoran data pengguna media sosial tersebut.

“Facebook kemarin baru datang sekali ke Direktorat Cyber. Sementara sudah memberikan klarifikasi-klarifikasi, tapi belum tuntas. Intinya dari kami mengharapkan kerja sama yang baik dengan Facebook,” jelas Setyo.

Kendati demikian, Setyo belum bisa menyebutkan kapan dilakukan pemanggilan ulang. Sebab, pihak Facebook masih meminta waktu pengumpulan data. “Tapi yang pasti ada pemanggilan berikutnya. Mereka minta waktu karena masih mengumpulkan data,” katanya.

Terkait proses audit, Setyo menuturkan, pihak Facebook akan melakukan audit sendiri. Setyo pun mengaku belum mengetahui apakah dari Bareskrim Cyber akan melakukan pengawasan terhadap proses audit itu atau tidak.

“Mereka sedang mengaudit sendiri. Pengawasan audit mesti saya cek dulu,” tukas Setyo. (Lb/Rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here