Harga telur di Pasar Induk Rau Meroket

Seorang warga membeli telur di Pasar Rau, Kota Serang dengan harga Rp30.000 per kilogram, Kamis (18/7)

Serang.liputanbanten.co.id – Harga telur ayam di Pasar Induk Tau (PIR) terus alami kenaikan, kenaikan tersebut diakibatkan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang terus menguat.

Salah seorang pedagang telur, Husen (34) menuturkan, Pasokan telur yang mengalami pengurangan disebabkan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Akibatnya harga telur per harinya mengalami kenaikan.

“Setiap harinya naik 1000 rupiah, sekarang sudah 30.000 per kilogram. Kenaikannya karena dolar naik,” kata Husen disela-sela melayani konsumen. Kota serang, Kamis (19/7).

Kenaikan terbentuk berdampak pada mengurangnya omset yang yang didapat. Hal tersebut dilihat dari berkurangnya pembeli tiap harinya. “Kenaikan ini berdampak pada konsumen, omsetnya menurun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Husen memaparkan, harga telur ditahan sekarang paling tinggi diantara tahun-tahun sebelumnya. “Ini paling tinggi ini, biasanya paling mentok di angka 26 ribu,” paparnya.

Kenaikan tersebut bukan hanya terjadi pada telur ayam, komoditas lainpun ikut naik, seperti telur bebek yang tadinya 2200 perbutir kini mencapai 3000 per butir.

Kenaikan tersebut dikeluhkan masyarakat, salah satunya Halimah (41), menurutnya, kenaikan tersebut berimbas pada pengeluaran rumah tangga, pasalnya, bukan telur saja yang mengalami kenaikan, Haraga ayam potong dari 35.000 menjadi 40.000 perkilonya.

“Naik terus tiap hari, masa setiap hari naiknya 1000 rupiah. Terpaksa harus ada pengurangan kebutuhan pokoknya,” tukasnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here