Jelang Pemilu 2019, Poster Bertuliskan “Bahaya Laten Parpol” Bertebaran di Kota Serang

Serang, Liputanbanten.co.id – Menjelang perhelatan pemilihan umum 2019, sejumlah poster yang menyindir penyelenggara pemilu  terpasang dibeberapa tempat salah satunya di terminal angkutan Kota Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (19/2018).

Selain menyindir penyelenggara pemilu, poster tersebut juga menyindir partai politik atau calon legislatif sebagai sosok yang perlu diwaspadai.

Poster itu bergambar lelaki berkopiah hitam menghadap agak miring ke depan menempel di dinding kota. Pria itu mengenakan setelan jas hitam berbaju warna putih. Kerah baju rapat membungkus pangkal leher. Poster ini menampilkan tubuh hingga di atas pinggang. Tubuhnya tegap.

Wajahnya penuh coreng-moreng hitam. Coretan itu menutupi mata, hidung, dan mulut pria. Hanya kuping kanan yang muncul. Tulisan “Awas! Bahaya Laten Parpol” menindih bagian dada dan perut.

Pengamat Politik Leo Agustino mengatakan, ada banyak cara orang menyampaikn ekpresi gagasan dan kritiknya salah satunya adalah berkampanye  dengan menyebar flyer seperti gambar tersebut.

“Tentu saja ada “pesan” yang hendak disampaikan dengan gambar tersebut. Di mana gambar tersebut seolah-olah mengingatkan kita pada ulah rejim Orde Baru. Ada apa dengan bahaya laten parpol? Seingat Saya dalam konteks sejarah politik Orde Baru, parpol tidak dapat berperan sebagaimana mestinya. Parpol hanya kepanjangan tangan kepentingan penguasa saat itu,” kata Leo.

Padahal, kata Leo, sejak zaman Reformasi, parpol memiliki independensinya dan sikap imparsialitasnya sendiri yang tidak melulu harus sama dengan penguasa. “Flyers itu mengingatkan kita akan hal tersebut, Saya kira dan tentunya si pemberi pesan mengingatkan kita untuk tetap rasional,” paparnya.

Lanjut Leo, ada banyak Spekulasi yang memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat bertindak demikin, seperti persaingan parpol dalam perhelatan politik 2019 yang hanya menyuguhkan pertentangan kaum elit tanpa menyentuh kontradiksi pokok yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. “Kita hanya disuguhkan dengan wajah lama yang tidak ideologis dan malah terlalu pragmatis,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua umum KAMMI Banten, Imam Maulana mengatakan, Selebaran-selebaran itu jika di interpretasikan akan mengarah ada tindakan golput. Artinya, hal tersebut adalah bentuk dari ketidak percaya rakyat terhadap parpol.

“Ini adalah PR besar bagi Parpol dan PR juga bagi KPU untuk melakukan sosialisasi secara gencar khususnya menjelang pemilu 2019 agar partisipasi pemilih itu masif,” kata Imam

Selain itu, kemungkinan ini adalah bentuk kecewa masyarakat mungkin  terhadap parpol dan penyelenggara pemilu bahkan lebih parahnya kalau masyarakat kecewa terhadap sistem yang ada di Indonesia. “kekecewaan ini seharusnya direspon secara cepat oleh pihak-pihak terkait meredam hal-hal yang tidak di inginkan,” tandasnya.

Maka, kata Imam, baik Parpol maupun KPU diharuskan untuk mengambil langkah-langkah preventif untuk meredam ini semua. “Untuk mencaga kepercayaan rakyat Parpol harus meningkatkan integritasnya dengan menciptakan terobosan baru untuk mendekatkan diri kepada masyarakat,” tutupnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here