Soal Jual Beli Jabatan, Hari ini Romahurmuziy Menjalani Sidang Vonis

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy memakai jaket dan kecamatan hitam saat digiring petugas KPK. @Foto:Ist/Liputanbanten.co.id

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Hari ini, Mantan Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy atau kerap disapa Romy, akan menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/1/2020).

Romy merupakan terdakwa dalam perkara dugaan suap jual beli jabatan di kementerian Agama RI.”Sesuai agenda persidangan, pembacaan putusan (Romy),” kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto saat dikonfirmasi, Minggu (19/1) malam.

KPK berharap majelis hakim dapat menyatakan Romy bersalah, telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus jual beli jabatan tersebut.”Harapan kita ya terbukti sesuai apa yang kita dakwakan,” tuturnya.

Sementara kuasa hukum Romy, Maqdir Ismail, menyatakan kliennya telah siap mengadapi sidang vonis tersebut. Ia berharap Romy dapat dibebaskan dari kasus yang menjeratnya.

“Mudah-mudahan hakim setuju dengan pembelaan kami, bahwa beliau tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana sebagaimana dinyatakan dalam surat dakwaan dan tuntutan,” tutur Maqdir, dihubungi terpisah.

Dalam perkara yang menjeratnya, Romy dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan. Romy juga dituntut hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun usai menjalani pidana pokok.

Romy dinilai Jaksa KPK terbukti menerima bersama-sama dengan mantan Menag Lukman Hakim Saifuddin. Total uang suap yang diterima Rp 346,4 juta.

Suap itu terdiri dari Rp 255 juta dari eks Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp 91,4 juta dari eks Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Jaksa menyatakan suap itu terkait jual beli jabatan pada saat Kemenag membuka seleksi jabatan untuk Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan Kepala Kemenag Gresik.

Perbuatan Romy dianggap melanggar Pasal l 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Romy dan Lukman telah membantah terlibat dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag RI tersebut. Saat ini Lukman masih berstatus saksi.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here