Mahasiswa Unbaja Dapat Penyuluhan Hukum

Serang, Liputanbanten.co.id – Biro Hukum Setda Provinsi Banten melaksanakan Pembinaan Hak Asasi Manusia bagi Mahasiswa Universitas Banten Jaya di Auditorium UNBAJA kampus 1, Rabu, (20/3/2019).

Melalui kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik UNBAJA Feri berharap, mahasiswa unbaja berkontribusi dalam pembangunan di Banten. “Mahasiswa Unbaja dapat berinteraksi dengan seluruh narasumber, untuk dapat menggali segala hal yang menyangkut dengan kebijakan hukum pemerintah daerah,” ujar Febri.

Kepala Bagian Bantuan Hukum dan HAM Biro Hukum Setda Provinsi Banten, Rahmadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program Pemerintah Daerah Provinsi Banten dalam memberikan pemahaman HAM bagi masyarakat dan mahasiswa.

“Sebagaimana Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia dinyatakan bahwa Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat, dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara hukum, pemerintahan, dan setiap orang; demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”, ujar Rahmadi

Dikatakan Rahmadi, mahasiswa merupakan aktor penting dalam pembangunan baik aspek sosial, ekonomi dan politik. Peran mahasiswa yang menonjol adalah mereka sebagai kelompok penekan yang perannya harus diperhitungkan. Karena mahasiswa memiliki  kepekaan yang tinggi pada persoalan-persoalan sosial yang ada di sekelilingnya. Kesadaran politik dan eksistensi mahasiswa terlihat dalam berbagai kegiatan partisipasi politik. Karenanya mahasiswa merupakan kaum intelektual untuk dapat menjaga nilai-nilai demokrasi.

Penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia merupakan salah satu ciri negara yang menjunjung demokrasi dan juga menghormati setiap kelompok masyarakat.  Kemajuan teknologi informasi telah menjadikan batas negara nyaris tidak ada, sehingga pelanggaran HAM dapat terjadi dimana saja.

Salah satu dampak buruk dari pelanggaran HAM adalah adanya Perdagangan manusia terutama terhadap anak dan perempuan untuk itulah untuk menimbulkan rasa aman bagi masyarakat perlu peran negara supaya tidak terjadi human traficking, pungkas Rahmadi.

Faktor-faktor terjadinya human traficking diantaranya kemiskinan, kondisi alam, perang dan lain-lain. Sehingga perlu adanya partisipasi masyarakat dan mahasiswa dalam upaya mencegah human traficking adalah pertama, Peran perempuan dan keluarga. Kedua, peran anak dalam keluarga, ketiga menekan angka perkawinan dini serta keempat menghindari jeratan utang. Karena keempat hal tersebut acap kali menjadi masalah utam terjadi human traficking dan terjadinya berbagai pelanggaran HAM. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here