Boeing Akui Ada Kesalahan Rancangan pada Simulator 737 Max

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, mengakui adanya kesalahan rancangan pada simulator 737 Max. Pesawat jenis ini telah mengalami dua kecelakaan, yakni milik maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Diberitakan Reuters, Minggu (19/5), simulator terbang saat ini dianggap tidak mampu mereplikasi berbagai kondisi penerbangan 737 Max dengan tepat. Padahal hal ini sangat vital bagi pengetahuan pilot soal penanganan pesawat di saat kritis.

Walau simulator tersebut tidak dibuat oleh Boeing, namun perusahaan yang berbasis di Chicago itu yang memberikan informasi dasar untuk pembuatan dan desainnya.

Menurut juru bicara Boeing Gordon Johndroe, mereka telah memperbaiki kesalahan rancang simulator 737 Max. Kesalahan rancang ini terdapat pada simulasi pengendalian trim manual untuk membantu mengendalikan pesawat.

Menurut Boeing, simulator yang ada saat ini tidak memiliki skenario seperti yang dialami dalam insiden Lion Air yang menewaskan 189 orang dan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang. Johndroe mengatakan, Boeing telah memastikan simulator yang baru benar-benar mewakili kondisi penerbangan yang beragam.

“Boeing bekerja sama dengan produsen dan regulator simulator untuk perubahan dan peningkatan ini, dan memastikan pelatihan pelanggan tidak terganggu,” kata Johndroe.

Simulator pertama yang telah diperbaiki akan dikirimkan akhir tahun ini. Penerima pertama adalah maskapai Southwest Airlines yang telah memesan 34 unit Boeing 737 Max.

Sebelumnya pekan lalu, Boeing juga mengatakan telah menyelesaikan pembaruan piranti lunak pada 737 Max. Mereka juga telah menyerahkan rancangan pelatihan pilot untuk pesawat tersebut.

Saat ini seluruh pesawat Boeing 737 Max masih ditangguhkan operasionalnya hingga mendapatkan persetujuan dari regulator penerbangan Amerika Serikat dan internasional. (Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here