Inilah Masjid Sehitlik Tertua di Jerman

Jakarta, Liputanbanten.co.id — Seiring bertambahnya jumlah etnis Turki yang menetap di Negeri Panser itu, pada 1983, dibangun- lah masjid dengan nama Berlin Turk Sehitlik Camii, melengkapi pemakaman tersebut. Namun, masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Sehitlik.

Masjid yang memiliki sejarah yang cukup panjang itu tercatat sebagai tempat ibadah umat Islam tertua di Jerman. Masjid ini berdiri megah di Jalan Columbiadamm, daerah Tempelhof, di tengah Kota Berlin. Masjid Sehitlik berdiri dengan kubah besar dan dua menara lancip yang menjadi ciri khas arsitektur Ottoman.

Kompleks masjid dan pemakaman yang masih menjadi wilayah diplomatik Pemerintah Turki itu dirancang oleh seorang arsitek Turki bernama Hilmi Senalp. Masjid ini memiliki kemiripan dengan masjid di Tokyo, Jepang, dan Askabat di Turkmenistan karena arsitek kedua masjid tersebut juga Hilmi Senalp. Kemiripan ketiga masjid tersebut khususnya dalam rancangan interiornya yang bergaya khas Turki Utsmani

Dari awal pembangunannya hingga beberapa kali renovasi, masjid ini sudah mengalami perluasan. Saat ini, masjid terse- but memiliki luas 1.360 meter persegi yang terdiri atas empat lantai, yaitu basement, lantai dasar, lantai satu, dan dua. Luas ini belum termasuk kantor pengurus masjid dan minimarketyang berdiri di halaman Masjid Sehitlik. Dengan taman dan pemakaman, luas kompleks masjid mencapai 2.805 meter persegi.

Lantai paling bawah Masjid Sehitlik (basement) difungsikan sebagai aula serbaguna. Lantai dasar awalnya hanya dipakai untuk ruang shalat. Kemudian, lantai dasar ini digunakan untuk ruang rapat dan sebagai ruang shalat cadangan. Ruang shalat utama terletak di lantai pertama. Di lantai pertama ini pulalah dua menara masjid berdiri. Lantai di atasnya dibuat berbentuk balkon dan digu- nakan sebagai tempat shalat wanita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here