Beranda Berita Terbaru Lebak Akan Lakukan Peremajaan Komoditas Perkebunan

Lebak Akan Lakukan Peremajaan Komoditas Perkebunan

Lebak, Liputanbanten.co.id – Pemerintah Kabupaten Lebak, berkomitmen pengembangan perluasan dan peremajaan komoditas perkebunan melalui penyaluran bantuan benih kepada kelompok tani.

“Pengembangan perluasan dan peremajaan itu untuk meningkatkan produksi juga pendapatan ekonomi petani,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Rabu (20/12).

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan intervensi penyaluran bantuan benih guna meningkatkan perluasan dan peremajaan komoditas perkebunan guna menggenjot produksi juga peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selama ini, komoditas perkebunan menjadikan andalan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak, diantaranya karet, cengkih, kakao, aren dan kopi.

Pada tahun 2017, kata dia, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan benih kakao sebanyak 28.000 batang kepada empat kelompok tani di empat kecamatan.

Selain itu juga bantuan aren sebanyak 10.000 batang untuk lima kelompok tersebar di lima kecamatan.

Komoditas kakao dan aren dipastikan menjadikan pendapatan unggulan petani Kabupaten Lebak.

Apalagi, perkebunan aren sebagai bahan baku produksi kerajinan gula aren dan gula semut.

Bahkan, kerajinan produksi gula aren menembus pasar dunia.

Penyaluran bantuan komoditas perkebunan kakao dan aren untuk meningkatkan perluasan dan peremajaan.

Sebab, saat ini banyak produksi dan produktivitas perkebunan menurun akibat tanamannya sudah tua.

“Kami berharap bantuan benih kakao dan aren bisa mendongkrak produksi juga peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, selama ini perkebunan kakao dan aren dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi petani.

Pihaknya terus mendorong komoditas kakao dan aren menjadikan unggulan petani karena bisa menyerap lapangan pekerjaan.

Bahkan, penyerapan tenaga kerja dari komoditas tersebut hingga puluhan ribu orang.

Sentra komoditas kakao dan aren di Lebak antara lain Kecamatan Leuwidamar, Cijaku, Cileles, Cikulur, Muncang, Gunungkencana, Cirinten, Cihara, Sobang, Banjarsari, Cigemblong, Panggarangan dan Bojongmanik.

“Saya kira penghasilan kakao dan aren banyak petani menunaikan ibadah haji,” katanya.

Sementara itu, Ujang, petani kakao di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, mengatakan selama ini penghasilan perkebunan kakao miliknya mencapai Rp8 juta per bulan dari areal 1,5 hektare.

Produksi kakao Lebak memiliki kualitas terbaik dibandingkan dengan daerah lain di Banten.

“Kami setiap pekan menjual produksi kakao ke penampung dan hasilnya bisa menyekolahkan anak juga menggaji empat pegawai,” katanya. [Ant]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here



wp booster error:
The path /home/liputanb/public_html/wp-content/themes/LBN/parts/footer/td_footer_template_9.php of the template id: td_footer_template_9 not found.