Pemerintah RI Tarik Duta Besar Dari Brazil

Menlu RI Retno Lestari Priansari Marsudi (foto: Dok/Net)
Menlu RI Retno Lestari Priansari Marsudi (foto: Dok/Net)

Jakartaliputanbanten.com – Setelah sebelumnya pemerintah Brazil memanggil duta besarnya di Jakarta sebagai bentuk protes Atas eksekusi Mati terpidana narkoba asal Brasil, Marco Archer Cardoso Moreira beberapa waktu lalu.

Kini Giliran Indonesia sebagai negara Berdaulat menarik Duta Besarnya di Brazil setelah negara Amerika Selatan itu menunda upacara penyerahan cresidential yang dijanjikan di Istana Negara Brazil, Sabtu (21/2)

Penarikan itu, berdasarkan tindakan tak terpuji Pemerintah Brazil terhadap Duta Besar RI untuk Brazil. Yang secara . tiba-tiba melakukan pembatalan penyerahan credential. padahal Toto Riyanto selaku duta besar RI untuk Brazil telah berada di istana. Hal ini sangat tidak bisa diterima oleh Indonesia.

Toto riyanto sendiri, terpilih menjadi Duta besar baru pada Oktober lalu. Ia telah diundang untuk hadir dalam upacara khusus di istana presiden Brazil pada Jumat.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menyatakan Indonesia harus meninjau ulang hubungan perdagangan dengan Brazil sebagai reaksi atas tindakan negara Samba itu.

“Kami sangat menyayangkan langkah Brazil yang menunda penerimaan duta besar kita untuk Brazil. Kami juga mendukung penuh sikap tegas pemerintah dalam menarik kembali Dubes Toto Riyanto dari Brazil,” kata Charles sabtu, (21/2).

Dikatakan Charles, langkah pemerintah Brazil berarti tidak menghormati kedaulatan Indonesia dan hukum yang berlaku di Nusantara. Sehingga ia menyarankan Presiden Joko Widodo mengkaji ulang perjanjian dagang dengan Brazil yang kurang menguntungkan.

“Langkah pemerintah Brazil menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati kedaulatan negara kita dan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk itu pemerintahan Jokowi harus meninjau ulang hubungan perdagangan kita dengan Brazil yang selama ini lebih menguntungkan untuk Brazil,” ujar Charles.

Selain perdagangan, sambungnya, pemerintah Indonesia harap meninjau ulang kerjasama di bidang pertahanan dengan pemerintah Brazil. Ditambah dengan impor daging yang menurut Charles harus ditutup sebagai reaksi pemerintah Indonesia terhadap tindakan kurang menghormati itu. “Pemerintah Indonesia harus meninjau ulang kebijakan pembelian alutsista dari Brazil dan tutup keran impor daging ayam dan sapi dari Brazil,” ucap Charles.

Sementara itu, Dengan tergangunya hubungan antara Indonesia dengan Brazil tidak membuat pelayanan KBRI Braszilia menjadi terhenti.

Hal tersenut disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir atau akrab disapa Tata.

“Sampai saat ini keadaan di kedutaan masih normal dan masih buka seperti biasa untuk membantu keperluan para WNI,” Kata Arrmanatha Nasir Sabtu (21/2).

Dikatakan Tata bahwa Kemlu belum menerima kabar terkait perilaku tak menyenangkan yang diterima WNI di Brasil pasca penolakan surat kepercayaan Duta Besar Indonesia untuk Brazil oleh Pemerintah negeri samba. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan itu (perlakuan tak mengenakan pada WNI di Brazil),” jelasnya.

(evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here