Calon Bupati Iti Octavia Jayabaya Dilaporkan Ke Panwaslu Lebak

Lebak, Liputanbanten.co.id – Ketua DPD Partai Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya dilaporkan oleh Tim Kampanye Kotak Kosong ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lebak, Rabu (21/3). Hal tersebut dikatakan Hakiki Hakim Ketua Tim pemenangan Kotak Kosong.

“Semoga laporan ini ditindaklanjuti oleh Panwaslu Lebak, karena apa yang saya laporkan ini bahwa dugaan Pelanggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Tahun 2018,” kata Hakiki saat di hubungi melalui WhatsApp, Rabu (21/3).

Masih kata Hakiki hakim, terbukti atau tidaknya pelanggaran tersebut, pihaknya mengatakan pelaporan tersebut adalah bagian dari proses pendidikan politik. “Ini bagian dari proses pendidikan politik, jika ini diakui salah atau khilaf, maka saya minta diklrifikasi atau permohonan maaf ke masyarakat Lebak khususnya,” katanya.

Menurut Hakiki Hakim, kampanye Kotak Kosong sudah sesuai dengan Undang-undang, bahwa Kotak Kosong sah untuk dipilih, karena sudah dilindingi oleh peraturan tersebut. “Karena Kotak Kosong ini juga sah untuk di pilih atau di coblos dan kolom kosong ini jelas di lindungi Undang-Undang,” jelasnya.

Ia pun menyesalkan atas pernyataan Ketua DPD Partai Demokrat Lebak, Iti Octavia Jayabaya. “Kami sangat menyesalkan pernyataan Ibu Hj. Iti Oktavia yang sosok publik figur yang semestinya tidak mengeluarkan pernyataan tersebut,” tuturnya.

Hakiki Hakim menilai pernyataan Calon Bupati Lebak tersebut sudah melanggar pasal 73 ayat 4 point c. “Kajian sementara kami, pernyataan Ibu Hj. Iti tersebut ada korelasi nya dg Pasal 73 ayat 4 point c,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Panwaslu Kabupaten Lebak Asep Saepudin membenarkan atas adanya laporan terkait pernyataan salah satu calon Bupati Lebak. “Betul, tadi (21/3) tim pemenangan Kotak Kosong mendatangi Sekertariat Panwaslu untuk melaporkan dugaan pelanggaran atas pernyataan salah satu calon Bupati Lebak,” ujar Asep.

Ia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti pelaporan tersebut, jika terbukti ada pelanggaran maka akan di proses secara hukum. “Kami akan menindaklanjuti pelaporan salah satu tim kampanye Kotak Kosong, jika terbukti benar akan di proses secara hukum, namun ini hanya sebatas pelaporan saja,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat saat menggelar rapat Launching Pendaftaran Bacaleg di Hotel Ledian, Kota Serang (17/3) mengatakan Kampanye Kotak Kosong, merupakan sistem demokrasi yang tidak sehat, karena semua orang memiliki hak untuk memilih.

Selain itu, Iti juga menilai bahwa orang yang mengkampanyekan Kotak Kosong tidak menghargai Pemerintah dan menyarankan agar masyarakat yang memilih kotak kosong, apabila ingin mendapatkan bantuan, agar meminta bantuan kepada kotak kosong.

“Nah itu silahkan saja. Namun, bagaimana ketika dia tidak memilih, dan mengajak atau mengkampanyekan kotak kosong. Saya sampikan suruh mendata, ketika ada anak-anaknya dari orang yang mengkampanyekan kotak kosong, ingin mendapatkan bantuan bos dan lainnya. Berarti kalau minta bantuan yah ke kotak kosong gitu kan. Itu bagian dari politik, tapi kan kita sudah memilih. Untuk itu kan kita siap menanggung resiko itu, gitu kan,” ujar Iti. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here