Tatu Siapkan Beasiswa Kedokteran untuk Warga Tidak Mampu

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Muhamad Nasir menyerahkan SK Fakultas Kedokteran Untirta, Jumat (10/5/2019). @Foto: Febry/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kembali menambahkan program beasiswa perguruan tinggi untuk masyarakat tidak mampu secara ekonomi di Kabupaten Serang. Terbaru, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menyediakan beasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya membenarkan, tahun ini direncanakan ada beasiswa untuk 5 calon mahasiswa yang akan masuk ke Fakultas Kedokteran Untirta. “Beasiswa ini khusus masyarakat Kabupaten Serang yang tidak mampu secara ekonomi, tetapi punya kualitas dan kemauan untuk kuliah,” kata Asep usai Sarasehan Hardiknas di Tennis Indoor Setda, Senin (20/5/2019).

Terdapat juga 7 beasiswa diploma tiga (D-3) di Universitas Indonesia (UI), 10 beasiswa sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN), dan 30 beasiswa diploma satu (D-1) di Untirta. Kemudian beasiswa sarjana untuk 351 guru PAUD.

Selain itu, Pemkab Serang juga memberikan beasiswa untuk 1.650 siswa SD. Dengan perincian, 1.250 siswa miskin, 313 siswa berprestasi, dan 87 siswa penghafal Alquran. Kemudian beasiswa untuk 2.452 siswa SMP. Dengan perincian, 2.012 siswa miskin, 314 siswa berprestasi, dan 125 siswa penghafal Alquran.

Menurut Asep, Bupati Serang saat ini memberikan perhatian luar biasa terhadap pendidikan. Menurutnya, Pemkab Serang memahami bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. “Ibu Bupati berulangkali menyampaikan bahwa tidak boleh ada siswa putus sekolah. Bukan hanya itu, telah ada beasiswa perguruan tinggi. Jadi silakan masyarakat memanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, kesejahteraan guru juga tekah diperjuangkan oleh Pemkab Serang melalui kebijakan Bupati Serang. Hal tersebut dibuktikan dengan insentif untuk guru dari berbagai kategori. “Bahkan insentif diberikan hingga untuk operator sekolah,” ujarnya.

Keberhasilan program pembangunan pendidikan sudah terlihat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang, angka rata- rata lama sekolah warga Kabupaten Serang pada 2016 sebesar 6,98 tahun. Mengalami peningkatan sebesar 0,19 yakni menjadi 7,17 tahun pada 2017. “Peningkatan rata-rata lama sekolah ini mencapai angka tertinggi di wilayah Provinsi Banten bersama-sama dengan Kota Tangerang Selatan,” ujar Pandji.

Pemerintah Kabupaten Serang juga mendapat penghargaan bergengsi tingkat nasional bertajuk Sindo Goverment Award 2019 Kategori Pembangunan Pendidikan yang digagas MNC Group-Sindo Weekly. “Program ini tak lepas dari kinerja aparatur Pemkab Serang dan sinergi dengan masyarakat. Tidak lepas pula dari program yang digulirkan, mulai dari beasiswa, pendidikan kesetaraan, insentif guru, perbaikan ruang kelas, hingga pengembangan sekolah satu atap atau satap,” ujarnya. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here