Dongkrak Ekonomi Warga, Petani Curugbitung Lebak Kembangkan Tanaman Sayuran

Ilustrasi

Lebak, Liputanbanten.co.id -Ditengah perekonomian sedang anjlok karena pandemi corona di seluruh dunia, petani di curug bitung-Kabupaten Lebak memanfaatkan situasi ini dengan bercocok tanam mengembangkan sayur mayur untuk mendongkrak pendapatan sehingga perekonomian warga stabil.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak mengapresiasi petani Curugbitung “Kami terus bekerja keras melakukan pembinaan dengan menerapkan teknologi juga penerapan ketrampilan sikap (PKS) petani,” kata Ruyanah, seorang petugas penyuluh lapang (PPL) Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak.

Dikutif dari AntaraNews, Pembinaan dan penerapan teknologi pertanian sayuran yang dikembangkan kelompok tani itu dinilai berhasil, karena mereka menggunakan pupuk berimbang antara organik dan non organik juga menggunakan benih bersertifikat.

Selain itu juga mereka mengubah dengan meninggalkan kebiasaan pertanian tradisional, sehingga produksi dan produktivitas hasil panen cukup tinggi. Selama ini, petani Curugbitung yang dilakukan pembinaan sebanyak di 10 kelompok tani hingga menjadikan klaster sentra penghasil pertanian sayuran.

Mereka mengembangkan budi daya tanaman sayuran, seperti kangkung, bayam, varia, ketimun dan kacang panjang. Sebab, pertanian sayuran begitu cepat nilai perguliran ekonomi dengan masa tanam 30-40 hari setelah hari tanam bisa dipanen.

Saat ini, produksi pertanian tersebut dipasok ke wilayah Bogor, Jakarta dan Tangerang hingga puluhan ton/bulan dan bisa menggulirkan ekonomi hingga ratusan juta rupiah/bulan. Karena itu, kehidupan petani sayuran di sini relatif baik dengan pendapatan ekonomi berkisar antara Rp18 juta sampai Rp25 juta/bulan juga ditambah pendapatan ekonomi lainnya, seperti pisang dan umbi-umbian.

“Kami mendorong petani di ini menjadikan andalan ekonom mereka dari budi daa tanaman saran,” katanya menjelaskan. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here