Harga Bawang Merah Anjlok Menjadi Rp8 Ribu Per Kg

Pedagang bawang merah. TEMPO/Hariandi Hafid

Berebes, Liputanbanten.co.id – Harga bawang merah di Brebes kembali jeblok semenjak sepekan terakhir. Di tingkat pasar harga komoditi unggulan Kabupaten Brebes itu hanya dihargai Rp 10 ribu perkilogram. Bahkan harga di tingkat petani bisa lebih rendah lagi hingga Rp 8 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di Pasar Bawang Merah Sengon, Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes, aktivitas hilir mudik pedagang bawang maupun pemilik lapak masih cukup normal. Pasalnya, pasokan dari petani relatif melimpah. Hal ini ditengarai menjadi alasan utama harga bawang masih dititik terendah.

Menurut Kepala Pasar Bawang Merah Sengon, melalui petugas pasar setempat, Dedi mengatakan, jika kondisi ini sudah terjadi sepekan terakhir. Sebelumnya harga bawang merah hanya Rp 8-9 ribu per kg.

“Sudah seminggu terakhir harga bawang merah di sini mencapi Rp 10 ribu per kg,” ucap Dedi, Jumat 21 September 2018.

Ia menyebut, faktor utama turunnya harga bawang merah lantaran pasokan di beberpa pasar seperti Pasar Cibitung dan Pasar Tanah Tinggi melimpah. Belum lagi, beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatra serta Lampung masuk masa panen.

“Jadi memang faktor utamanya stok di Pasar Cibitung dan Tanah Tinggi melimpah. Sehingga berpengaruh pada harga bawang merah di Brebes,” jelasnya.

Berbeda halnya yang terjadi kenaikan adalah harga bawang BS (hasil sortiran). Di mana, harganya berkisar Rp 6-7 ribu per kg. Sejumlah perusahaan besar dibeberapa tempat memilih menggunakan bawang tersebut (BS) untuk dijadikan racikan (bumbu).

“Malah sekarang yang mengalami kenaikan bawang BS. Sebab, banyak perusahaan besar yang lebih mencari bawang BS ketibang bawang besar untuk dijadikan bumbu,” jelasnya.

Anjloknya harga bawang merah juga dirasakan oleh sejumlah petani. Salah satunya Sutarto, petani bawang merah di Kecamatan Tanjung.

Dia mengaku, bawang merah yang baru dipanen dan dikeringkan ditawar oleh bakul sebesar Rp 8-9 ribu per kg. Padahal, kalau untuk kategori untung itu minimal Rp 15-20 ribu per kg.

“Kemarin ditawar Rp 8 ribu per kg. Jadi saya lebih memilih untuk menyimpannya sendiri untuk dijadikan bibit nantinya,” kata Sutarto.

Dia pun berharap pemerintah bisa segera mengatasi permaslahan tersebut. Pasalnya, jika harga bawang merah terus anjlok petani akan terus mengalami kerugian. Kemudian sejumlah obat yang digunakan juga sudah mengalami kenaikan.

“Kita berharap pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan ini. Kalau tidak, banyak petani bawang merah yang mengalami kerugian,” pungkasnya. (Lb/Kumparan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here