Satpol PP Kota Serang Tindak Tegas Pelanggar Perda

Serang, Liputanbanten.co.id – Sesuai dengan peraturan daerah (Perda) No 2 Tahun 2010 tentang penyakit masyarakat, Satuan Polisi Pong Praja tidak pandang bulu untuk memberikan sanksi tegas. Hal ini disampaikan oleh Maman Lutfi setelah melakukan razia di stadion.

“Sesuai dengan amanat Perda adalah penutupan kalau ada yang makan seperti anak sekolah itu termasuk akan dikasih sanksi sanksi sosial kalau kalau anak sekolah orang tua itu suruh manggil kalau orang dewasa itu keluarga suruh ambil sedangkan yang pakai seragam dinas itu juga akan dikasih sanksi dan Romadhon untuk semua terkecuali non muslim atau sakit dan amanat Perda itu siapapun dan kalau ada yang menyajikan itu harus dibawa ke rumah bukan untuk dimakan ditempat akan seperti itu, Jadi tidak melihat agama tidak melihat usia sekolah atau sudah bekerja dan siapapun akan kita ingatkan,” ungkapnya saat diwawancara, Senin (21/5).

Selain itu, Maman Lutfi juga mengatakan untuk menindak tegas pelamggaran yang dilakukan pemilik warung dan para pelanggar lainnya akan ditindak seauai dengan SOP.

“Berkaitan dengan pelanggaran itu ada SOP, karena peraturan darah itu suatu peringatan jika ada pelanggaran maka kita akan melakukan peringatan kedua jika itu tidak ditanggapi dan melakukan hal yang sama maka kita akan melakukan penutupan sementara sampai dengan lebaran,” katanya

Maman Lutfi juga berharap kepada pemilik warung karena sudah melakukan himbawan dari jauh – jauh hari sebelum bulan ramadhan harus menaati aturan yang sudah ditentukan.

“harapannya karena kita sudah melakukan pendekatan sebelum ramadhan, sebaiknya mentaati Aturan itu yang ada di kota Serang terutama pada perda nomor 2 tahun 2010 tentang penyakit masyarakat ada klausul pasal di bulan Ramadan,” tutupnya (Lb/Tolib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here