Sudah Empat Bulan Petani Rumput di Lontar Merugi

Serang, Liputanbanten.co.id – Petani umput laut di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang merugi. Hal itu dikarenakan sudah empat bulan ini sudah empat bulan ini merugi. Karena rumput laut yang dibudidayakan oleh mereka terpapar limbah industri.

Hasan, salah seorang petani rumput laut mengatakan, kondisi rumput laut di wilayahnya saat Ini bisa dibilang hancur. Sebab para nelayan sudah tidak bisa memanennya lagi selama empat bulan terakhir. “Kalau yang melaut paling yang nelayan ikan saja. Kalau saya mah sudah enggak karena rumput lautnya hancur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hancurnya tanaman rumput laut di wilayahnya tersebut dikarenakan adanya serangan penyakit dan juga limbah dari kawasan industry di wilayah Serang timur. Akibatnya para petani rumput laut pun menjadi merugi. “Itu limbah dari pabrik di Serang timur,” katanya.

Padahal, kata dia produksi rumput laut itu sangat dibutuhkan oleh para nelayan sekitar. Terlebih saat ini memasuki bulan Ramadan, dimana kebutuhan pun semakin meningkat. “Pusing lah jadinya, karena enggak ada penghasilan,” katanya.

Ia mengatakan, jika kondisi normal dari satu ton bibit rumput laut yang ditanam bisa menghasilkan dua ton. Namun kini produksinya jauh menurun, dari satu ton bibit hanya keluar tujuh kwintal. “Nanam ager (bibit rumput laut) lima kwintal itu nanamnya paling keluar dua kwintal,” katanya. (Lb/Yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here