Di Pandeglang, Anak Usia 9 Tahun Derita Gizi Buruk Sejak Kecil

Ulus (9) tahun, saat ditemui di rumahnya

Pandeglang, Liputanbanten.com – Terbaring, lemas dan tak berdaya, dirasakan Ulus (9) putra dari pasangan Soleh dan Imas warga Kampung Sadang, Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ulus tak bisa beraktivitas seperti anak-anak seusianya. Ia hanya terbaring di tempat tidur karena sejak kecil ia harus menanggung derita gizi buruk.

Untuk bertahan hidup dan mencari nafkah, Soleh yang sehari-hari hanya pekerja serabutan, dan Imas sebagai ibu rumah tangga harus bekerja lebih ekstra agar putranya segera terobati. Penghasilan pekerjaan membuat mereka harus terpaksa menunda pengobatan buah hatinya lantaran tidak mencukupi biaya pengobatan serta operasional selama perawatan.

Ulus merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Adiknya masih berusia 2 bulan. Sebelumnya, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Pandeglang sudah mendatangi untuk membantu membiayai pengobatan rumah sakit, namun Soleh dan Imas masih mempertimbangkan biaya operasional selama perawatan anaknya. Terutama meninggalkan pekerjaan Soleh yang bagi mereka itu merupakan sumber satu-satunya penghasilan untuk bertahan hidup.

“Biaya rawat sudah mau dibantu, tapi kan biaya nunggu (Makan) selama pengobatan, dan ditambah biaya adiknya di rumah. Harus meninggalkan pekerjaan dan lainnya,” kata Imas saat ditemui di rumahnya di Kampung Sadang, (21/8/2016).

Hingga saat ini, kondisi kesehatan Ulus semakin tak baik. Sebagian tubuhnya lumpuh dan tak bisa berbicara seperti anak seusiaya. Sesekali, ia hanya mampu melempar senyum jika ada tamu berkunjung menjenguknya.

Persoalan hidup dibawah garis ketidak mampuan menjadikan Ulus harus rela menanggung derita kesehatan. Seperti diketahui, di Kabupaten Pandeglang, masih banyak keluarga yang hidup kurang mampu. (Red/Nashron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here