Hari Ibu, Di Kota Serang Kematian Ibu Turun Tipis

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Toyalis saat memberikan sambuta pada acara deklarasi. Rabu (22/11/2017).

Serang, Liputanbanten.co.id – Di Hari Ibu Nasional, di Kota Serang Angka Kematiam Ibu (AKI) mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis. Jumat (22/12).

“AKI Kota Serang untuk tahun 2017 saat ini sebanyak 12 orang, sedangkan tahun 2016 kemarin mencapai angka 13 orang,” ungkap Toyalis.

Toyalis menyatakan, walaupun angka tersebut terasa kecil, namun jika dikaitkan dengan target maksimal yang ditetapkan oleh PBB dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu 70 kematian per 100.000 kelahiran, maka Kota Serang masih belum memenuhi SDGs tersebut.

“Itu yang disayangkannya, jika dibandingkan dengan target SDGs, kita belum sesuai dengan target. Hal ini karena angka pembagi kita di kelahirannya juga kecil, yaitu kira-kira 10 ribuan kelahiran,” lanjut Toyalis.

Menurut Toyalis, kejadian kematian ibu tersebut berlokasi di fasilitas kesehatan seluruhnya. Sedangkan untuk penyebabnya, terbanyak dari sektor lain-lainnya.

“Untuk kematian yang disebabkan pendarahan terdapat dua orang, sedangkan 10 orangnya lagi disebabkan hal-hal yang lain,” jelasnya.

Untuk yang lain-lainnya, menurut Toyalis disebabkan penyakit bawaan, juga seperti keracunan kehamilan.

“Ada yang sakit jantung dan keracunan pada saat hamil. Keracunan itu, misalnya ibu hamil kakinya bengkak, itu ada tanda keracunan, bisa sampai tidak sadar diri,” tuturnya.

Toyalis mengatakan, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka ibu hamil wajib untuk melakukan kontrol kehamilan setiap bulannya. Ia juga menyatakan, Dinkes telah mendorong beberapa program dalam rangka mencegah kematian ibu tersebut.

“Diantaranya adalah Program Kelas Ibu, kemudian Pelatihan Asuhan Persalinan Normal untuk para petugas medis, kita juga melakukan audit untuk maternal dan prenatal,” katanya.

Menurutnya, audit tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana yang terjadi pada saat sebelum kelahiran dan saat kematiannya oleh petugas.

“Jadi kita mengecek, sudah melakukan kunjungan ke bidan atau melakukan imunisasi tidak pada saat kehamilan,” terangnya.

Menurutnya, untuk kedepan, Dinkes Kota Serang akan semakin meningkatkan pelayanannya, hal tersebut dikarenakan sudah ada Program Indonesia Sehat yang lebih menekankan kepada peningkatan pelayanan.

“Sebenarnya untuk kesehatan itu ada tiga aspek, lingkungan, prilaku dan pelayanan, untuk Program Indonesia Sehat, akan difokuskan pada peningkatan pelayanan, di dalamnya ada terkait persalinan,” tandasnya. [Lb/Herlin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here