Dikeluhkan Warga, Bidan Pustu Di Banjarsari Hanya Masuk Kerja Dua Hari Dalam Seminggu

Lebak, Liputanbanten.co.id – Warga Desa Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, mengeluhkan jarang adanya bidan desa yang bertugas di Puskesmas pembantu (Pustu) di desa setempat. Padahal pustu tersebut merupakan tempat pertolongan pertama ketika ada warga yang sakit.

Sekertaris Desa Kumpay, Sukirman mengatakan, masyarakat sering mengeluh lantaran bidan di pustu tersebut selain tidak tinggal di wilayah desa, juga hanya masuk kerja dua hari dalam seminggu. Akibatnya pelayanan terhadap masyarakat pun tidak optimal.

“Bidan desa yang biasa tugas di sini cuma 2 hari dalam seminggu, hari Kamis dan Jumat saja, padahal warga sangat berharap keberadaan bidan desa dapat memberikan pelayanan yang maksimal, yaitu dapat bertugas melayani warga di wilayah kerjanya,” kata Sukirman.

Kepala Desa Kumpay O Sutaryo (Oyo), membenarkan hal tersebut, Oyo mengaku kerap menerima keluhan warga soal pelayanan Puskesmas yang lokasinya di samping kantor desanya itu. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadukan hal itu kepada kepala UPT Puskesmas.

“Saya sering mendengar keluhan warga, bahwa bidan di Puskesmas ini jarang bertugas dan tidak tinggal di desa. Kalau memang tidak mau tugas di desa dan tidak mau tinggal di desa, saya akan melakukan koordinasi dengan kepala UPT,” tuturnya.

Oyo menegaskan, jika bidan di pustu tersebut tidak dapat memperbaiki kinerjanya, maka dirinya akan meminta kepada kepala UPT Puskesmas Kecamatan banjarsari agar mengambil langkah tegas. Dia berharap, ke depan bidan yang ditugaskan di desanya itu dapat melayani masyarakat secara maksimal.

“Saya akan minta supaya diganti dengan yang benar-benar mau bertugas, yang siap melayani masyarakat dengan baik dan maksimal,” ujarnya

Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Banjarsari, Yayan Suryana, saat ditemui di ruang kerjanya mengaku kerap memberikan peringatan kepada Siti Rohmah, bidan yang bertugas di rumah sakit tersebut. Namun demikian, kata Yayan, tegurannya selalu diabaikan oleh bidan desa yang ditugaskan sejak 2014 lalu itu.

“Sudah diberikan peringatan, teguran lisan tiga kali, peringatan tulisan satu kali, tetapi tidak dihiraukan. Alasannya karena dia (Rohmah) punya anak kecil,” tegasnya.

Ia pun berharap kepada semua bidan yang diberikan tugas di desa agar dapat tinggal di desa setempat sehingga dapat melayani kesehatan masarakat dengan baik dan maksimal. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here