61 Ribu KPM Bakal Menerima BPNT, Sekda Kabupaten Serang Evaluasi Proses Penyaluran

Sekda Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri saat memimpin rapat evaluasi penyaluran BNPT, Selasa (23/2/2021).@Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyiapkan konsep terbaiknya dalam menyalurkan bantuan pangan non tunai (BPNT) 2021. Tahun ini, jumlah sementara KPM sebanyak 61.273.

“Saya menekankan kepada seluruh aparat pemda yang terlibat dalam fasilitasi program (BPNT) ini satu kepentingan yakni memfasilitasi KPM, tidak boleh ada kepentingan yang lain,” tegas Sekda Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Selasa (23/2/2021).

Hal tersebut disampaikan Entus usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakoor) Tim Koordinasi Program Bansos BPNT. Entus yang juga sebagai Ketua Tim Koordinasi (Timkoor) Program Bansos BPNT Kabupaten Serang mengintruksikan Dinsos sebagai leading sektor BPNT yang merupakan program Pemerintah melalui Kemensos untuk menyiapkan honor dari APBD diperuntukan timkoor tingkat kabupaten sampai tingkat desa.

“Dinsos siapkan honornya dari APBD, (timkoor) tidak boleh mengambil darimana-mana apalagi dari surplayer, haram itu. Jadi kerja timkoor harus dapat honor dari APBD, mulai teknisnya ada di dinsos,” tandasnya.

Entus juga mengingatkan para camat dan kepala desa bahwa program BPNT merupakan program pusat.“Harus ingat ini program pusat yang ada juklak juknis dan pedomannya, kita semua harus mengacu itu. Maka, seluruh aparat pemda harus menyukseskan (program BPNT) tidak boleh ada kepentingan lain,” tukasnya.

Entus berharap, penyaluran bantuan 2021 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Semua kita perbaiki. Tahun 2021 program BPNT ini harus lebih baik dari tahun 2020 lalu,” katanya.

Plt Kepala Dinsos Kabupaten Serang, Nanang Supriatna mengatakan, berdasarkan hasil rakor ada perbaikan-perbaikan supaya pelayanan program BPNT.“Kita buat timkoor kabupaten nanti kebawahnya ada timkoor kecamatan. Sehingga kontrol pa sekda selaku ketua timkor kabupaten bisa lebih mudah koordinasi kebawah karena ada timkor kecamatan sampai desa ke RT dan RW. Jadi dalam rapat membahas permasalahan baik surplayer, pendamping atau e-warung semua kita benahi. Untuk surplayer, pendamping, e-warung perlu juga dievaluasi apakah buka warung cuma untuk kepentingan KPM,” jelasnya.

Nanang juga menjelaskan, jika dari 200 e-warung hanya beberapa saja nanti yang akan evaluasi.“Sampai pas kalau memang kurang pas pasti kita ganti (e-warung) itu arahan pak sekda,”teagsnya.

Adapun untuk tahun 2021 ini sebanyak 61.273 KPM yang bakal menerima program BPNT.“Jumlah itu dinamis akan berubah, mudah-mudahan update data betul kita sedang berupaya kebawah. Sedangkan untuk nominalnya sebesar Rp200 ribu per KPM, meliputi untuk beras, ikan laut, telor, ayam buah-buahan dan sayuran. Akumulasi itu 200 ribuan,” terangnya.(Rls/Ifn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here