Presiden Jokowi akan segera mencairkan THR dan Gaji ke 13

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Sesuai mandat APBN 2018 yang tertuang dalam UU No 15/2017,  Pemerintah melaksanakan kebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke 13 untuk ASN, Prajurit TNI dan Anggota POLRI, pejabat negara serta para Pensiunan/ Penerima Tunjangan.

Kebijakan gaji dan pensiun ke 13 sudah dilakukan sejak tahun 1979 dan mulai rutin diberikan sejak 2004 serta kebijakan THR sejak tahun 2016. Pemberian THR tahun 2018 bertujuan agar aparatur negara dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan lebih baik.

Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan ke-13 ditujukan untuk membantu aparatur negara dalam menghadapi tahun ajaran baru anak sekolah.

Pembayaran aparatur negara pusat dan pensiun bersumber dari dana APBN 2018 sedangkan pembayaran untuk aparatur negara daerah bersumber dari APBD.

Alokasi anggaran pembayaran Gaji/Pensiun/Tunjangan ke-13 dan THR Tahun 2018 sudah ditetapkan dalam APBN 2018 yang penetapannya telah melalui pembahasan dan persetujuan DPR.

Sejalan dengan kebijakan di bidang kepegawaian tersebut, kinerja pelaksanaan APBN 2018 dipastikan tetap aman dan terjaga dengan defisit tetap sesuai rencana UU APBN 2018. Pembayaran gaji ke-13 dan THR Tahun 2018 diharapkan dapat menyumbang  sektor riil dan ekonomi Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

THR diharapkan memiliki efek multiplier terutama bagi ekonomi di daerah, karena mayoritas dana THR aparatur negara akan digunakan untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Pembelanjaan dana THR diprediksi akan meningkatan peredaran uang di daerah yang pada gilirannya akan lebih menggairahkan perekonomian nasional.

THR tahun 2018 untuk aparatur negara dibayarkan sebesar gaji pokok, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja, sedangkan THR untuk Pensiun dibayarkan sebesar pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan/atau tunjangan tambahan penghasilan. Diharapkan THR dapat diterima oleh aparatur pemerintah pada awal Juni 2018 sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, gaji ke-13 untuk aparatur negara dibayarkan sebesar gaji pokok, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja, sedangan untuk Pensiun ke-13 dibayarkan sebesar pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan atau tunjangan tambahan penghasilan. Gaji ke-13 tahun ini diharapkan dapat diterima oleh aparatur pemerintah pada awal bulan Juli 2018. (Lb/Ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here