Akibat Hujan, Dermaga Pelabuhan Merah di Penuhi Sampah

Pelabuhan Merak. (Foto: Dok/Wiki)

Cilegon, Liputanbanten.co.id – Pelabuhan merak di guyur Hujan sejak pagi hingga siang hari membuat sampah menumpuk di dermaga 1 dan 2. Sampah kayu dan rumah tangga itu berasal dari kali Medaksa yang bermuara ke laut Merak.

Bila tidak dibersihkan, sampah akan menganggu arus lalu lintas pelayaran dari dan ke dermaga 1 maupun 2. Berbagai macam sampah mulai dari botol plastik, kayu, dan kain terlihat mengapung di laut dermaga 1.

Petugas kebersihan dan SAR Pelabuhan Merak berjibaku membersihkan sampah agar tak menganggu aktivitas kapal. Di kemudi kapal sehingga dia tidak bisa bermanuver,” kata Koordinator SAR Pelabuhan Merak Radmiadi kepada wartawan, Sabtu (23/12/2017).

Radmiadi mengatakan, per hari sampah tersebut bisa mencapai 3 ton. Pada pekan lalu, dirinya bersama petugas kebersihan mengangkut sampah dari laut ke darat mencapai 3 ton. Pembersihan dilakukan berturut-turut selama 4 hari.

“Biasanya sampah muncul ketika hujan jadi kali Medagksa meluap membawa sampah dari warga kebawa ke laut. Semenjak musim penghujan saja sudah kita melakukan. Kalau kemarin termasuk cukup banyak,” kata dia.

Pernah beberapa waktu lalu, sampah tersebut berdampak pada macetnya baling-baling kapal sehingga tidak bisa berbelok ke kanan maupun ke kiri.

“Pernah beberapa bulan yang lalu pernah ada salah satu kemudi kapal dia tidak bisa membelok ke kanan dan ke kiri,” tuturnya.

Karena letak pelabuhan berdekatan dengan permukiman warga, Radmiadi mengimbau agar pihak kelurahan maupun pemerintah daerah untuk dapat memperhatikan kondisi sampah di lingkungan Pulomerak khususnya di kali Medaksa.

“Mari kita sama-sama untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah daerah maupun kelurahan juga ayolah jangan biarkan sampah mencemari laut,” kata Radmiadi. [dtc]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here