Investasi KKM Jadi Andalan Ekonomi Kabupaten Lebak

Logo Kabupaten Lebak. (Istimewa)

Lebak, liputanbanten.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Dedi Lukman Indepur mengatakan investasi ‘Kota Kekerabatan Maja’ atau KKM menjadi andalan ekonomi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

“Kita terus mendorong para investor domistik dan mancanegara mau mengembangkan usahanya di KKM itu,” kata Dedi saat dihubungi di Lebak, Minggu.

Pemerintah daerah akan memberikan kemudahan proses perizinan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha berbagai sektor di kawasan KKM.

Keberadaan KKM merupakan daerah kawasan permukiman, pusat perdagangan dan jasa juga terdapat Bandara Udara (Bandar).

“Kami yakin KKM menyumbangkan cukup besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) juga pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Menurut dia, saat ini, “master plan” KKM terbentuk dengan melibatkan berbagai kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan mengoperasikan Kereta rel listrik (KRL) Commuter Line rute Maja-Serpong-Jakarta.

“Saya kira dengan beroperasinya KRL ini sebagai tahap awal pembentukan kawasan KKM,” katanya.

Kemungkinan besar, kata dia, KKM akan menampung jutaan warga Jakarta yang kini terus dilanda kemacetaan kendaraan juga langganan banjir tahunan.

Mereka dipastikan warga Jakarta akan memilih kawasan barat di Provinsi Banten.

Dengan begitu, ujar dia, permukiman KKM merupakan alternatif untuk mengatasi kepadatan penduduk Jakarta itu.

Diperkirakan investasi pengembangan KKM cukup besar dan membutuhkan dana investasi Rp150 triliun.

Saat ini, investor yang akan menanamkan modalnya, yakni perusahaan Metallurgical Corporation of China Ltd (MCC) yang berkantor pusat di Beijing.

Pinjaman lunak

Bahkan, investor China itu akan memberikan pinjaman dana lunak senilai US$ 115 juta untuk pembangunan daerah segi emas itu.

Perusahaan China tersebut bergerak dalam bidang rekayasa dan kontruksi, peralatan manufaktur, pengembangan sumber daya serta bisnis pembanguan properti.

“Kita sangat mendukung investor China akan memberikan dana pinjaman lunak untuk pembangunan KKM,” ujarnya.

Ia menyebutkan, areal yang dibangun tahap pertama KKM seluas 200 hektare sesuai “master plan” dengan melibatkan lima devoleper, yakni PT Bambu Kuning Mitra Serasi, PT Majasari Pratama, PT Ahdi Pratama, PT Armedian dan PT Jabaragro Nusantara .

Pembangunan kawasan KKM juga menyediakan perumahan vertikal untuk masyarakat menengah bawah dan kawasan industri.

Kawasan Maja sedang diharapkan menjadi ‘kota mandiri’ sebagai bagian dari program “Greater” Jakarta.

Progam ini dibuat untuk menangani kemacetan dan kepadatan aktivitas perekonomian di Jakarta.

Dedi menyebutkan, perusahaan MCC tersebut untuk tahap awal menanamkan modal sekitar Rp10 triliun untuk pengembangan kawasan proyek perumahan, infrastruktur, dan kawasan industri pada lahan Perum Perumnas di Maja dan Parunganjang, Kabupaten Bogor.

Adapun luas lahan milik Perumnas di Maja saat ini 1.000 hektare, sedangkan di Parungpanjang 600 hektare.

“Pembangunan perumahan itu direalisasikan untuk pengembangan Maja-Parungpanjang,” katanya.

Selain itu, ujar dia, Kecamatan Maja masuk daerah bebas banjir dan ketersedian air bersih melimpah.

Di samping itu juga harga tanah di sana relatif murah dan terjangkau masyarakat.

“Kami yakin KKM ke depan bisa menjadi andalan ekonomi Kabupaten Lebak,” ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak mengaku mereka sangat mendukung pembangunan KKM karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kawasan KKM, berdekatan dengan Kabupaten Serang, Tangerang dan Bogor.

“Kami sebagai masyarakat tentu menyambut positif pembangunan kawasan permukiman dan perkantoran di Kecamatan Maja,” kata Sarip, warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here