Keberlangsungan JKN Diragukan

Sosialisasi peningkatkan pemahaman masyarakat tentang program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Aula Gedung PGRI Keramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (25/7).

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan kekhawatiran kepada Presiden Joko Widodo soal program Jaminan Kesejatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ini disampaikan IDI saat bersilaturahmi di Istana KepresidenN Jakarta, Senin (24/9).

Ketua IDI Ilham Oetama Marsis usai pertemuan itu menyampaikan harapan agar bagaimana JKN berhasil dengan baik. Bukan seperti sekarang di mana terjadi defisit di BPJS.

“Kami melihat dengan pola operasional sekarang ini, dengan defisit yang besar, kami mengkhawatirkan kartu Indonesia sehat (KIS-red), atau JKN akan mengalami suatu kegagalan,” ucap Ilham.

Itu sebabnya IDI menyampaikan jalan keluar dari persoalan tersebut agar JKN berjalan sukses sesuai yang diharapkan.

Harapannya dengan program KIS yang baik, bukan hanya masyarakat yang tertolong, tetapi para dokter juga ikut tersenyum.

Di antara solusi jangka pendek yang disampaikan IDI, salah satunya melalui pemanfaatan cukai rokok tahun 2017 yang telah diatur pemerintah melalui Perpres 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

“Itu ide awal kami yang sampaikan. Kedua, bagaimana kita menyesuaikan iuran dari JKN, terutama pada yang namanya peserta non-PBI. Kalau istilah saya adalah penyesuaian iuran,” tambahnya. (Lb/Jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here