Wabup Lebak Apresiasi Santri Bebas Penyalahgunaan Narkoba dan Pamah Radikalisme

Lebak, Liputanbanten.co.id – Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengapresiasi santri di daerah itu terbebas dari penyalahgunaan narkoba juga paham pengaruh paham radikalisme.

“Semua santri yang belajar di pondok pesantren (ponpes) di Lebak tidak ditemukan terlibat obat-obatan terlarang maupun radikalisme dan terorisme,” kata Ade Sumardi saat memperingati Hari Santri Nasional di Lebak, Senin.

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembinaan terhadap santri yang belajar di ponpes modern maupun tradisional (salaf).

Selain itu juga menyalurkan bantuan beasiswa kepada santri yang belajar pendidikan agama Islam.

Mereka juga santri bisa mengikuti ujian kejar paket mulai tingkat Paket A (SD), Paket B (SMP) dan Paket C (SMA).

Kegiatan pembinaan itu guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) keilmuan agama juga silatuhrahmi.

Selama ini, santri dapat mencegah ajaran radikalisme, narkoba maupun kekerasan yang bisa menimbulkan perpecahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami minta santri tetap cinta terhadap tanah air dan menangkal paham radikalisme juga kejahatan narkoba karena menghancurkan kehidupan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, saat ini santri yang menimba ilmu agama melalui ponpes di Kabupaten Lebak mencapai ribuan orang.

Para santri, selain warga Provinsi Banten juga ada dari daerah lain di Tanah Air.

Saat ini, ponpes di Kabupaten Lebak berkembang dan hampir di semua desa/kelurahan ada.

Namun demikian, pihaknya mendorong para santri memiliki peningkatan SDM yang unggul diberbagai bidang aspek kehidupan, ekonomi, politik, pemerinthan, keuangan, kewirausahaan dan lainya.

Peningkatan SDM merupakan tuntutan guna menyumbangkan kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang santri tidak cukup hanya mampu membaca kitab saja, tetapi harus mampu meningkatkan SDM dan berperan pembangunan daerah,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, ponpes di Kabupaten Lebak mengajarkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Karena itu, pihaknya menjamin keberadaan ponpes di Lebak tidak ada satu pun yang mengajarkan pham radikalisme atau kekerasan.

Disamping itu juga tidak ditemukan pengedar maupun pecandu narkoba.

“Kami berharap santri bisa berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” katanya.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Asep Sunandar mengatakan saat ini jumlah ponpes di Lebak tercatat 1.122 unit dan tersebar di 28 kecamatan.

Dari 1.122 ponpes itu diantaranya sebanyak 16 unit dikelola secara modern, sedangkan sisanya mengutamakan pembelajaran nilai-nilai pendidikan keagamaan seperti tafsir Al Quran, hadits, fiqih, bahasa Arab, akhlak, akidah, dan sejarah Islam.

“Kami menilai santri yang belajar di ponpes itu cukup besar menyumbangkan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Lebak,” katanya menjelaskan. (Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here