Pencegahan Paham Radikalisme Libatkan Ibu Rumah Tangga

Ilustrasi

Lebak, Liaputanbanten.co.id – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten melakukan dialog Pencegahan Radikalisme dan Terorisme bagi kalangan Perempuan di Banten.

Kabid FKPT Banten Bidang Pemuda dan Perempuan, Ikhwan Syarief mengingatkan kembali peristiwa bom bunuh diri di pada Mei 2018 di Surabaya yang melibatkan anak-anak.

“FKPT Banten merasa prihatin dengan telah terlibatnya Ibu dan Anak dalam kejadian bom bunuh diri, Mei 2018 di Surabaya beberapa waktu yang lalu,” ujar Ikhwan saat melakukan dialog bersama kaum perempan di Hotel Kharisma, Rangkasbitung, Selasa (259).

Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Mencegah Radikalisme dan Terorisme Sejak dari Keluarga’ itu, Ikhwan menegaskan, FKPT Banten selalui siap melakukan pencegahan. “FKPT Banten secara konsen melakukan mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme,” katanya.

Kali ini, FKPT Banten melibatkan tokoh perempuan untuk terlibat langsung dalam melakukan pencegahan. Itu bisa dimulai dari keluarga. “Ibu adalah jantung keluarga, ibu sebagai tiang negara,” katanya.

Ketua FKPT Banten, Brigjen. Pol (Purn) Hj. Rumiah menegaskan, banyak wanita sudah terpapar paham radikal dan terorisme. Sehingga sangat diperlukan sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme di kalangan perempuan.

“Peran aktif perempuan sudah sangat urgen dilakukan. Sehingga kecenderungan perempuan yang lebih sering berkumpul dengan keluarga dan masyarakat  melakukan pencegahan radikalisme dan terorisme dimulai dari lingkungan keluarga,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Banten, Ade Rossi Khaerunisa mengatakan, siap mendorong untuk memperbanyak kegiatan upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di seluruh kabupaten/kota di Banten.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, berharap peserta kegiatan dapat meneruskan sosialisasi di lingkungannya sendiri. “Sampaikan kepada anggota keluarga, tetangga dan masyarakat. (Lb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here