Soal Politik Identitas, Lili Romli: Hindari Tema Berbau Sara

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Banten, Lili Romli.

Serang, Liputanbanten.co.id – Menjelang perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 30 masyarakat mulai khawatir akan maraknya kemunculan politik identitas. Hal tersebut diungkapkan Lili Romli, Peneliti dari Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI).

“Saya kira gejala nya sudah muncul yang terakhir ketika terjadi pembakaran bendera HTI kemudian dikapitalisasi diarahkan ke politik,” kata Lili di Kota Serang, Kamis (25/10/2018).

“Saya berharap masyarakat tidak terprovokasi, bahwa pembakaran bendera itu suatu pelanggaran itu. Biar diselesaikan oleh proses hukum jangan kemudian dikapitalisasi ini bisa menimbulkan perang saudara ini kan sesama muslim,” tambahnya.

Menurutnya, Kemunculan politik indentitas dan sara di pilpres tahun ini diawali saat perhelatan Pilgub DKI 2017 silam. Maka, lanjut Lili, untuk menekan dan menghindari politik identitas, para elit politik tak mengangkat tema yang sensitif baik dalam kegiatan diskusi dan deklarasi.

“Politik identitas itu sensitif sekali bagai rumput safana yang mudah terbakar oleh karena itu di kalangan elit jangan dijadikan instrumen. Karena hal ini akan menimbulkan kemarahan yang luar biasa loyalitas sentimen yang tinggi,” jelasnya.

Dirinya berharap, para oknum untuk tidak memanfaatkan situasiĀ  di air yang keruh, pilpres ini. “Masyarakat yang panas ini jangan sampai dipanas-panasin. Masyarakat harus mawas diri jangan mau di provokasi. Masyarakat sudah dewasa kedewasaan ini harus dipertahankan. jadikan pilpres ini riang gembira jangan seperti mati hidup jangan ada perpecahan,” tandasnya. (Lb/Ar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here