Jalan Menuju Sekolah Rusak, Aktivitas Angkutan Pasir Kuarsa Dikeluhkan Siswa SMAN 1 Cihara

Lebak, Liputanbanten.co.id – Aktivitas angkutan pasir kuarsa di Kampung Cipunaga, Desa Cihara, Kabupaten Lebak-Banten dikeluhkan siswa Sekolah Menangah Atas (SMA) Negeri 1 Cihara. Pasalnya, akses jalan menuju sekolah tersebut rusak dan terganggu.

Hal tersebut dikeluhkan Siti Julia siswa kelas XII SMAN 1 Cihara mengatakan,”pribadi saya sangat resah dengan adanya aktivitas angkutan pasir kuarsa, karena saat ini juga kondisi jalan rusak, di tambah ada aktivitas mobil yang mengangkut pasir kuarsa. Ga kebayang kemarau aja jalan kaya gini, apa lagi kalo kondisi hujan,”ujar Siti saat ditemui di sekolahnya, Senin (26/2/18)

Menurut Siti, melihat adanya aktivitas angkutan pasir kuarsa, ia mengaku takut dengan teman sebayanya saat hendak melintasi jalan menuju sekolah tersebut, “ia a kita takut kalau mau sekolah jalan tambah rusak, apalagi siswa cewenya kasian pernah ada yang jatoh” tutur Siti.

Sementara itu, tak hanya dikeluhkan siswa, Kepala Sekolah SMAN 1 Cihara, Encep Hamdani Inung juga menuturkan keluhannya atas aktivitas angkutan pasir kuarsa yang melintas jalan menuju sekolah. “Saya sangat menyayangkan dan prihatin melihat ada kendaraan proyek yang melintas, tadinya saya kira jalan di ratakan akan dibangun, karena mengingat kita sudah mengusulkan untuk permohonan perbaikan jalan akses lintas pendidikan salah satunya ke SMAN 1 CIHARA” tutur Kepsek SMAN 1 Cihara.

Sebelumnya, masih lanjut kata Encep Inung, memang kami sudah mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, namun setelah mengetahui kalau jalan itu di ratakan oleh pihak perusahaan dan untuk akses mobil proyek, “saya sangat kecewa. Dan tanpa ada tembusan dari desa maupun RT setempat” kata Encep Inung.

Encep juga menambahkan keluhan yang sama dirasakan muridnya, “kami jelas menguluh dengan adanya aktivitas angkutan pasir kuarsa yang melintasi sekolah kami, apalagi kalau aktivitas itu sampe pas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlanjut, ini jelas murigikan siswa. Banyak siswa kami yang mengeluhkan” keluhannya.

Sementara pihak dari perusahaan PT. Hikmah Kencana, Jilung, saat dikonfirmasi oleh wartawan melalui pesan WhatsApp memebenarkan aktivitas angkutan pasir kuarsa. “Ia benar kami menggunakan akses jalan tersebut, menurut Jilung, lokasi tambang miliknya memiliki titik koordinat di jalan Kampung Cipunaga itu merupakan wilayahnya”

Jilung juga membeberkan, lokasi tambang tersebut sebelum adanya SMAN 1 Cihara adalah jalan untuk perusahan tambang. “Sebelum berdiri nya SMA 1 Cihara jalan tersebut perusahaan mana yang bangun? tanya Jilung, kalau bapak gak ngerti tanya dulu sama mantan lurah” beber Jilung dalam pesan WhatsApp.

Jilung juga menyarankan, silahkan cek ke Bappeda lokasi tambang saya, “jalan awal aja kita yang bangun” saranya.

Sementara dari informasi yang digali oleh wartawan, akses jalan yang digunakan oleh perusahan PT. Hikmah Kencana yang dilakukan aktivitas angkutan pasir kuarsa merupakan jalan umum, status jalan tersebut merupakan jalan poros Desa Cihara dengan Desa Ciparahu Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak. [LB/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here