Ricky Minta Uang Suap untuk Anggota DPRD via BBM

Sidang lanjutan kasus suap pembentukan Bank Banten menghadirkan delapan orang saksi. (Foto: Lukman/Liputan Banten)

Serang, liputanbanten.com – Sidang lanjutan dua terdakwa kasus suap pembentukan Bank Banten, yakni Sri Mulya Hartono dan Tri Satya Santosa, kembali dilakukan Pengadilan Negeri Serang dengan menghadirkan delapan orang saksi, Selasa (26/4/2016).

Delapan orang saksi dalam persidangan tersebut adalah Manajer Keuangan PT Banten Global Development (PT BGD), Anianti Ayuningtias, Budi Kristianto sebagai project manager, Meta Oktafia sekretaris PT BGD, Asep Komarudin (Endang) sopir pribadi FL Tri Satria, Dendi Rahman sopir pribadi Ricky Ricky Tampinongkol (mantan Direktur PT BGD), Usman sopir pribadi SM Hartono dan Fatma Ratnasari sekretaris pribadi mantan direktur PT BGD.

Dalam keterangan yang disampaikan, Miriam mengaku bahwa dirinya pernah mendapat pesan melalui blackberry massenger (BBM) dari mantan direktur PT BGD Ricky Tampinongkol, untuk menyiapkan enam buah amplop dengan masing-masing berisi uang sebesar Rp10 juta dan satu amplop berisi uang sebesar USD 1000 dari uang perusahaan PT BGD.

“Saya hanya diintruksikan menyiapkan uang oleh pak Ricky,” jawabnya saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pada tanggal 13 agustus 2015, Miriam pernah diminta pencairan uang kas PT. BGD oleh Ricky untuk biaya operasional BGD.

“Diamplopkan masing2 lima juta.. RAHASIA.. jangan ada yg tau,”kata Ricky dalam pesan yang disampaikan ke Miriam.

Miriam mengaku hanya melakukan perintah atasannya. “Saya hanya menjalankan perintah atasan,” jelasnya.

Pantauan langsung, sidang yang dipimpin M. Sainal dimulai dari pukul 11.30 WIB sampai dengan selesai pukul 14.30 WIB setelah skorsing waktu istirahat selama satu jam. Sidang dilanjutkan kembali pada tanggal tiga Mei pekan depan. (Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here