Calon Tunggal: Representasi Kegagalan Demokrasi?

Serang, Liputanbanten.co.id – Tiga daerah di Provinsi Banten akan melangsungkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 yang diisi oleh calon tunggal dan dipastikan akan melawan kotak kosong. Ketiga daerah tersebut yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

“Adanya calon tunggal merupakan bukti kegagalan partai politik dalam proses rekrutmen dan kaderisasi,” ujar mantan Presma Untirta periode 2012, Adam Ma’rifat, Kamis (26/04).

Anggota partai PKB tersebut menjelaskan bahwa calon tunggal tidak hanya muncul akibat dari permasalahan rekrutmen politik dan kaderisasi partai namun juga sistem politik di Indonesia yang kultur politiknya belum substansial secara demokrasi yaitu masih terbatas pada demokrasi prosedural.

Menurutnya, demokrasi di Indonesia telah menyediakan ruang untuk kontestasi politik termasuk dalam pencalonan kepala daerah tetapi sepertinya sistem politik di Indonesia belum maksimal dengan adanya calon tunggal di tiga daerah di Provinsi Banten. Hal ini berdampak pada demokrasi yang hanya membuka ruang untuk raja-raja kecil sehingga jaringan politik semakin sempit dan tidak melahirkan calon-calon baru.

“Partisipasi politik itu bukan satu desain yang harus diukur dengan botol kosong. Partisipasi politik itu adalah langkah natural yang keluar dari efek politik demokrasi,” imbuh Adam saat ditemui.

Hal ini menunjukkan kegagalan partai politik dalam mencetak calon-calon baru yang berintegritas. Calon tunggal yang menyebabkan aklamasi akan berdampak pada lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.

Ditempat terpisah, Rafli Muhammad Mahasiswa Untirta, mengatakan bahwa partisipasi masyarakat ketika akan menggunakan hak suara dalam pemilihan tunggal melahirkan masyarakat yang partisipan atau masyarakat yang aktif mengikuti agenda yang dirangkai calon dan masyarakat parokial atau masyarakat yang tidak peduli terhadap calon.

“Ketika muncul calon tunggal, saya merasa demokrasi tidak bekerja sepenuhnya,” tutupnya (Lb/Ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here