Kampoeng Minangkabau Festival 2018, Sajikan Kulinar Khas

Ancol Kampoeng Minangkabau Festival 2018 menyajikan bermacam kuliner tradisi Minangkabau.

Padang, Liputanbanten.co.id – Ancol Kampoeng Minangkabau Festival 2018 menyajikan bermacam kuliner tradisi Minangkabau, seperti; Rendang, Es Tebak, Martabak Hayuda, Lontong Kapua, Bika Amak, Soto Padang, Nasi Goreng Padang, dan Teh Talua. Kejutannya, akan dimeriahkan dengan parade kocok teh talua.

“Untuk event kali ini, kami benar-benar menyaring tenant yang masuk, kisaran 30-50 tenant saja. Siapa saja boleh booking stand, namun untuk makanan akan melewati proses tester terlebih dahulu. Sedangkan untuk craft, kami akan memastikan produk yang dijual adalah produk yang terbaik, untuk menjaga nama baik Minangkabau,” kata Celi Parlina, Relation Manager Kampoengminang, Kamis (26/4)

Kesuksesan untuk memajukan perekonomian bangsa lewat penggalian seni dan kebudayaan juga butuh kerjasama yang terfokus serta berkesinambungan antara pihak independent dengan Pemerintah.

“Kantor Perhubungan Sumatera Barat di Matraman-Jakarta, banyak beri kemudahan bagi kami Kampoengminang dalam menyampaikan informasi kegiatan ini kepada Pemeritah Provinsi, dan Pemerintah Kota, dan Pemerintah Kabupaten di Sumatera Barat, agar bisa ikut hadir dan berpartisipasi pada acara ini. Masih dalam tahap konfirmasi, Pemprov Sumbar akan beri space media promosi baliho di Kota Padang,” kata Jenni Mulrita, Finance and Arranging Event Kampoengminang.

Jika saja kegiatan eksplorasi kesenian dan kebudayaan dari empat perantau Minang ini berkolaborasi dengan daerah lain dan diwadahi oleh Pemerintah Pusat dalam event nasional berkelanjutan di tingkat international, semoga saja dapat memberi dampak positif pada peningkatan devisa negara dari sektor pariwisata.

“Arak-Arak Tambua Tansa pesertanya dari Pemprov Sumbar dan tetua rantau yang akan mengenakan pakaian tradisional Minangkabau. Mereka diarak hingga panggung, disambut dengan Tari Pasambahan. Dalam acara ini kita berharap Gubernur Sumatera Barat bisa kembali menghadirinya. Target dari event AKMF 2018 ini untuk mengenalkan kebudayaaan Minangkabau secara lebih luas, dan bisa menjadikannya gaya hidup. Minang itu tidak hanya Rendang,” kata Ghea menutup wawancara. (Lb/Fadhli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here