Peringati May Day, Persatuan Pemuda Mahasiswa Banten Akan Gelar Aksi Besar-Besaran

Ilustrasi. Peringatan hari buruh atau May Day. (Foto: Dok/Net)

Serang, Liputanbanten.co.id – Hari buruh sedunia yang tepat jatuh pada tanggal 1 Mei mendatang, merupakan sebuah hari bersejarah atas perjuangan dari kelas buruh, yang dengan disiplin dan gagah berani akhirnya membuahkan sebuah hasil yang sampai kini dapat dirasakan seluruh rakyat dunia, yaitu adalah waktu kerja 8 jam sehari dan 40 jam seminggu (lima hari kerja).

Pada akhirnya keteguhan perjuangan mereka menjadi suatu inspirasi bagi perjuangan seluruh rakyat tertindas lainnya, sehingga momentum 1 Mei pantas diperingati oleh seluruh kelas buruh dan rakyat tertindas lainnya sebagai tradisi maju dalam berjuang melawan kelas penindas dan penghisap.

Diego Ketua Ek-LMND Kota Serang mengatakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Banten yang tergabung 7 organisasi mahasiswa didalamnya, pada momentum bersejarah ini dengan terang melihat bahwasanya sudah saatnya pemuda mahasiswa ikut terlibat aktif dalam perjuangan rakyat tertindas lainnya, secara terang benderang.

“P2MB juga menyadari betul bahwa perjuangan didalam negeri Indonesia dimana penindasan dan penghisapan massif terjadi ialah harus dilawan dengan sekuat-kuatnya tenaga rakyat, dan oleh karenanya penting pemuda mahasiswa dalam momentum inipun tidak lagi acuh, ataupun hanya sebatas bersolidaritas, ataupun juga hanya sebatas terlibat bersama kelas buruh saja, akan tetapi sangat penting hari buruh sendunia ini dijadikan sebuah momentum puncak daripada persatuan seluruh rakyat yang tertindas dan terhisap untuk melawan klas tertindas dan penghisap tersebut.” kata Diego saat menghubungi liputanbanten.co.id, Kamis (26/04).

Selain itu masih kata Diego, P2MB dengan seruannya, ‘Perhebat Perjuangan Pemuda Mahasiswa Bersama Rakyat Tertindas Melawan Rezim Penindas’ pada akhirnya menyatakan sikap untuk terlibat dalam Mayday 2018 bersama dengan Front Perjuangan Rakyat (FPR) – International League People Struggle (ILPS) Chapter Indonesia.

“Yang merupakan suatu aliansi multisektoral yang meletakan dasar aliansinya bersandar unsur utama perubahan itu sendiri yaitu adalah kelas buruh dan kaum tani dan secara konsisten telah berjuang melawan tiga musuh rakyat Indonesia ( Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalis Birokrat) dimana bertepatan juga pada 1 Mei 2018 FPR sudah mencapai umurnya yang ke-10 tahun tetap menjadi suatu aliansi teladan bagi perjuangan rakyat.” ujar Diego.

Diego menjelaskan Berdasarkan pada itu maka P2MB yang akan ikut terlibat pada aksi massa di momentum Mayday 2018 bersama FPR, akan siap memobilisasi besar pemuda mahasiswa terutama di Banten agar ikutserta menggelorakan perjuangan kelas buruh dan rakyat tertindas lainnya.

“Aksi massa akan terpusat di Jakarta serta mengkampanyekan secara luas tema besar yang diusung FPR dalam momentum hari buruh sedunia 2018 Galang Persatuan Rakyat, Lawan Kebijakan dan Tindasan Fasis Rezim Jokowi-JK Boneka Imperialis Amerika Serikat” jelasnya.

Oleh sebab itu semua, Diego yang juga ikut terlibat dalam Persatuan Pemuda Mahasiswa Banten menyerukan secara luas kepada seluruh massa dan terkhusus pemuda mahasiswa yang terutama ada di Banten untuk dapat terlibat dalam peringatan hari buruh sedunia terpusat di Jakarta bersama dengan Front Perjuangan Rakyat.

“Sehingga hal ini dapat mendekatkan para pemuda mahasiswa atas kesadaran sejatinya sebagai kaum intelektual, bahwa sesungguhnya pemuda mahasiswa sudah seharusnya berjuang bersama rakyat, agar dapat menjadi pembantu rakyat yang setia melawan musuh – musuh rakyat itu sendiri.” tutupnya (Lb/Ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here