Beberapa Hari Lagi Ramadhan Datang

Boleh saja kita sibuk dengan sesuatu. Boleh saja kita tengah bergegas karena ada target kantor atau lainnya. Tapi jangan sampai kita terlupa akan datangnya tamu istimewa. Beberapa hari lagi Ramadan akan menyapa kita.

Ramadan adalah bulan istimewa yang dijuluki sayyidusy syuhur (Si Penghulu Bulan-bulan) karena berbagai keistimewaannya. Bulan yang pada malamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka. Bulan yang dalam setiap detik waktunya keberkahan dilipatgandakan.

Begitu istimewanya bulan Ramadan hingga Rasulullah Saw dan para sahabat menyiapkan kedatangannya jauh-jauh hari. Mereka tidak ingin terlewatkan sedetik pun dari nikmat Ramadan. Setidaknya ada sejumlah persiapan yang harus dilakukan, agar kita memasukinya dengan tenang dan menjalani Ramadan dengan fokus.

Pertama, berdoa kepada Allah SWT. Para salafusshalih kerap berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT saat Ramadan menjelang. Bahkan, doa itu diucapkan enam bulan sebelum bulan Ramadan tiba. Mereka berharap dipertemukan dengan bulan Ramadan dan juga dapat menjalaninya dengan baik.

Mengapa? Karena Ramadan adalah bulan keberkahan dan merupakan nikmat besar yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang beriman.

Kedua, menyelesaikan hutang puasa tahun sebelumnya. Ada kalanya kita membatalkan puasa Ramadan karena memang alasan yang diperbolehkan. Terlebih bagi wanita yang menjalani haid, dipastikan mereka tidak dapat menjalani puasa Ramadan dengan penuh.

Jika demikian, maka bayarlah puasa tersebut sebelum bulan Ramadan tahun berikutnya datang, serta tidak lupa untuk membayar fidyah sebagaimana yang dianjurkan para ulama.

Ketiga, memahami ilmu puasa. Saat bulan Ramadan kita sering direcoki oleh pertanyaan, apakah sikat gigi membatalkan puasa? Atau, kapan kita boleh membatalkan puasa? Akibatnya membuat kita tidak nyaman dalam menjalani bulan Ramadan tersebut.

Ada baiknya sebelum Ramadan tiba, kita mempelajari fikih puasa, baik lewat buku-buku yang sudah banyak dijual, atau bertanya pada ustaz. Dengan tahu ilmunya, maka tidak ada keraguan bagi kita dalam menjalani Ramadan jika bertemu kondisi-kondisi yang dianggap meragukan. Sehingga kita bisa menjalani Ramadan dengan baik.

Keempat, persiapan spiritual. Keikhlasan adalah kunci ibadah. Maka selayaknya kita harus selalu melakukan penyucian jiwa (tazkiayatun nafs), terlebih memasuki bulan Ramadan yang segala aktivitasnya akan penuh nilai ibadah. Menjaga hati agar tetap bersih adalah memperbanyak ibadah. Rasulullah Saw bahkan memperbanyak puasa sunah di bulan Sya’ban.

Kelima, persiapan finansial. Bukan untuk mudik atau liburan Idul Fitri mendatang, melainkan agar kita bisa memperbanyak sedekah pada bulan Ramadan. Pada bulan yang istimewa ini, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak infak, sedekah, dan memberi ifthar. Ibnu Abbas r.a berkata, ”Nabi Saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadan.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Keenam, persiapan fisik. Menjaga kesehatan agar tetap sehat pada bulan Ramadan ini sangat penting. Jika kita sehat maka kita bisa beribadah dengan baik. Jaga pola makan, istirahat yang cukup dan olahraga merupakan kiat menjaga kesehatan jelang bulan Ramadan. (Lb/Kmp/Red)

Selamat memasuki bulan Ramadan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here