Disperindag Banten Ajak Pelajar Jadi Konsumen Cerdas

Narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten Pandi, menyampaikan materi sosialisasi edukasi perlindungan konsumen dengan mengajak peserta menjadi konsumen cerdas, Kamis (26/7).

Lebak, Liputanbanten.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten terus mendorong tingkat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjadi konsumen yang cerdas. Sosialisasi pun tidak hanya gencar dilakukan pada kalangan masyarakat. Namun juga siswa dan siswi SMA/SMK di wilayah Banten.

PPNS Perlindungan Konsumen pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Pandi mengatakan, berbagai kemungkinan dampak negativ akibat kecurangan pedagang bisa menimpa konsumen. Maka untuk mengantisipasi itu semua masyarakat diminta menjadi konsumen yang cerdas.

Pandi menyebutkan beberapa prilaku konsumen yang cerdas yakni teliti sebelum membeli produk dan mengadukan jika menemukan kejanggalan dalam proses jual beli. “Jangan asal beli. Sebab jika barang yang kita beli tidak sesuai dengan standar kesehatan akan berdampak buruk. Adukan segera jika masalah menimpa konsumen,” ujar Pandi, Kamis (26/7)

Pandi menyampaikan hal itu saat sosialisasi edukasi perlindungan konsumen yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten di Gedung Sugri, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Peserta dari kegiatan itu pun dari puluhan siswa SMA/SMK serta para guru.

Dalam kesempatan tersebut, Pandi mengajak pada kaum pelajar untuk menjadi konsumen yang cerdas yakni teliti sebelum membeli dan mengadukan jika ada kejanggalan atau kecurangan penjual yang merugikan konsumen. “Jangan diam ketika menemukan kecurangan penjual yang mengakibatkan konsumen rugi, laporkan segera,” ujarnya.

Ada pun tata cara pengaduan lanjut Pandi, sudah diatur melalui undang-undangan nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Pengaduan bisa disampaikan langsung pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM).

 Selain kedua lembaga tersebut lanjut Pandi, konsumen juga bisa mengadukan langsung pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten. “Pengaduan bisa juga disampaikan melalui lisan dan tulisan atau melalui layanan lain yang disediakan, tetapi pengaduan lebih baik dilakukan secara tulisan agar ada tanda bukti pengaduan,” ujarnya.

Ditegaskan Pandi, upaya pencegahan kecurangan harus dilakukan secara bersama-sama. Sebab sudah menjadi musuh bersama. Maka dari itu mengajak seluruh masyarakat Banten menjadi konsumen yang cerdas. “Sosialisasi menjadi konsumen cerdas terus dilakukan. Kini sosialisasi akan gencar dilakukan pada kaum pelajar (Siswa/siswi SMA/SMK,red),” tegasnya. Diharapkan melalui sosialisasi tersebut masyarakat menjadi konsumen yang cerdas. (Lb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here