Pencemaran Air Sungai Ciujung yang Tak Berujung

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Pencemaran air sungai Ciujung sudah semakin memprihatinkan bagi kehidupan masyarakat sekitar. Sungai yang bermuara di perairan laut Banten ini menghitam pekat seperti comberan raksasa.

Sepanjang aliran sungai, mulai dari jembatan Tirtayasa, sungai menghitam sampai ke pesisir laut. Hal ini disebabkan oleh endapan limbah yang di duga tercemar limbah dari beberapa pabrik di wilayah serang timur.g

Ketua Bidang pengembangan anggota himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Imat Hikmatullah mengatakan, seharusnya Pemda Kabupaten Serang sungguh-sungguh menegakkan Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, namun seolah pemerintah menutup mata.

“Air Sungai Ciujung pun kini tidak bisa digunakan lagi untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari kegiatan rumah tangga, hingga pemenuhan air untuk pertanian dan perikanan. Dikarenakan¬† sungai yang tercemar oleh limbah pabrik berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. Pemerintah Daerah dinilai tidak tegas, padahal ini menyangkut hajat hidup orang banyak, tentang ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ujar Imat saat dihubungi oleh awak media di Sekretariat HMB, Selasa (26/11/2019).

Selanjutnya, Imat menambahkan bahwa Aktivis Mahasiswa dan Lingkungan Hidup sudah sering menyuarakan kondisi tersebut namun seolah tak bergeming.

“Siapa yang bertanggung jawab, apakah masyarakat harus menempuh caranya sendiri? Bukan hanya dampak ekonomis namun juga kesehatan masyarakat sekitar sungai ikuti terdampak. Bagaimana dengan bupati Serang, Pemprov dan pemerintah pusat? Ayolah lindungi kehidupan masyarakat, jangan biarkan derita mereka terus berkepanjangan dan turun temurun,” pungkas Imat.(Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here