Pasokan Logistik WNI di Wuhan Dibantu KBRI

Dua orang warga usai menjalani perawatan di Pusat Perawatan Medis Wuhan, China. Foto: AFP/NOEL CELIS/kmp/Liputanbanten.co.id

Liputanbanten.co.id – Sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang berada di Wuhan, China, masih terisolasi akibat penyebaran viruas corona. Setidaknya ada 93 WNI yang berada di Wuhan.

Dubes RI untuk China, Djauhari Oratmangun, meminta mahasiswa asal Indonesia yang berada di Wuhan untuk tetap tenang dan tetap berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Indonesia.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengirimkan pasokan logistik ke para mahasiswa. Menurut dia, saat ini kebutuhan logistik WNI di Wuhan hanya cukup 4 sampai 5 hari ke depan.

“Logistik WNI di Wuhan sekitarnya masih bisa 4 sampai dengan 5 hari. KBRI sudah siapkan langkah-langkah bantuan pasokan logistik. Tetap minta WNI di Tiongkok agar jaga kesehatan dan lakukan langkah2 pencegahan. Hotline KBRI, KJRI open 24 Jam,” kata Djauhari, Senin (27/1/2020).

So far, sudah tadi malam kita masih komunikasi terus dengan WNI/mahasiswa di Wuhan dan sekitarnya agar mereka tenang, tidak panik dan juga komunikasi intensif diantara mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan Nur Mussyafak memastikan, sejauh ini tak ada WNI yang terkena virus corona. Menurutnya, mahasiswa yang berada di Wuhan rata-rata tinggal di asrama kampus dan terus diawasi pihak kampus.

“Tidak ada laporan WNI di kota Wuhan yang terjangkit virus Corona. Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus. Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair dan thermometer gratis kepada tiap mahasiswa,” kata Mussyafak.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here