Posko Relawan ‘Kolom Kosong’ Resmi Terbentuk

Posko relawan kolom kosong Pilkada Kabupaten Lebak. (Foto: Liputanbanten)

Lebak, Liputanbanten.co.id – Setelah resmi bahwa gugatan kasasi bakal pasangan  calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan di Mahkamah Agung (MA) dinyatakan ditolak, yang diputuskan pada tanggal (24/04/18). Karena Paslon Tunggal maka sebagaimana Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 Pasal 54 c ayat (2) bahwa Pemilihan dengan satu Paslon dilaksanakan dengan menggunakan surat suara dengan memuat dua kolom terdiri dari satu kolom yang memuat foto pasangan calon dan satu kolom kosong yang tidak bergambar.

Akhmad Hakiki Hakim Panglima Barisan Juang Kolom Kosong (BajuKoko) mengatakan saat ini eksistensi adanya komunitas masyarakat yang tergabung dalam Baju Koko terus melakukan pergerakan dan sosialisasi pemenangan Kolom Kosong.

“Kenapa Kolom Kosong ada ? Kolom Kosong ada, untuk menampung aspirasi politik warga yang tidak sejalan dengan aspirasi partai politik ataupun sebagai alternatif pilihan lain selain kolom nu aya foto an.” kata Akhmad Hakiki Hakim Panglima Baju Koko saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (27/04).

Panglima BajuKoko Akhmad Hakiki Hakim yang biasa di sapa Hakiki Hakim menjelaskan, Baju Koko merupakan perkumpulan atau komunitas warga Lebak yang tidak berbadan hukum, selain fokus untuk pemenangan Kolom Kosong dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak tahu 2018, Baju Koko pun akan didaftarkan menjadi Lembaga Pemantau ke KPU Kabupaten Lebak dengan basis jaringan di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa se-Kabupaten Lebak.

Kendati demikian, belum diaturnya terkait kampanye kolom kosong, Hakiki Hakim mengatakan secara konstitusi bahwa mencoblos kolom kosong itu sah.

“Kami berharap bahwa adanya posko tim sebagai ‘Relawan Pemenangan Kolom Kosong’ yang tergabung dalam BajuKoko ini, akan lebih memudahkan untuk konsolidasi dan membangun komunikasi dengan anggota atau jaringan kita di tiap Kecamatan dan Desa, semua kegiatan akan dipusatkan di Posko ini.” ujar Hakiki Hakim.

Selain itu Hakiki Hakim menambahakan komunitas BajuKoko sedang berusaha untuk didaftarkan sebagai pemantau Pilkada ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, karena syarat Lembaga Pemantau tidak harus lembaga berbadan hukum.

“Namun tetap harus jelas keanggotaan nya, sumber dananya dan program-program kerjanya atau kegiatan selama tahapan Pilkada berjalan, selain itu BajuKoko pun sudah melakukan koordinasi bersama Lembaga yang konsent di Pemilu dan Demokrasi seperti Jaringan Rakyat Untuk Pemilu dan Demokrasi (JRDP) dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).” tambahnya.

Sementara itu, Sopiyan, S. AP Relawan Kolom Kosong lainnya mengatakan Baju Koko di bulan Mei 2018  akan memaksimalkan sosialisasi ke masyarakat yang ada di Kabupaten Lebak, bahkan ada kegiatan Gebyar di empat titik wilayah Perkotaan, Selatan, Utara serta Lebak Tengah.

“Target di bulan Juni menjelang hari H pencoblosan akan dibentuk seribu orang relawan untuk ditugaskan di seribu TPS yang tersebar di Kabupaten Lebak, sementara jumlah TPS untuk Pilkada sebanyak 1989 TPS, kemudian untuk Posko Kolom Kosong sendiri beralamat di Jalan Siliwangi Kampung Jaura, Rw/Rw 002/021 Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.” pungkasnya (Lb/Ram).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here