Budi Waseso Dinilai Sosok yang bisa Berantas Mafia Beras

Lebak, Liputanbanten.co.id – Pergantian Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang semula dijabat Djarot Kusumayakti yang diganti oleh Budi Waseso yang dilantik hari ini, Jumat (27/4) memberikan harapan baru agar beberapa persoalan yang terjadi di Perum Bulog yang cenderung berulang setiap tahun diharapkan bisa diselesaikan dengan tuntas.

Front Aktivis Mahasiswa Rakyat Banten (Fakrab), Sudandi mengatakan Pada pemimpin baru Bulog dirinya mendesak agar persoalan yang terjadi di Bulog terkait berbagai dugaan penyimpangan yang sudah menjadi rahasia umum bisa segera ditertibkan dan ditindak tegas sampai ke akar akarnya.

“Contohnya persoalan keterlambatan penyaluran Rastra kepada warga penerima manfaat, masih adanya kwalitas Rastra yang buruk, Kuantitas beras Rastra yang di distribusikan yang selama ini terindikasi mengalami penyusutan, bahkan dugaan hilangnya beras di Gudang Bulog harus segera diusut tuntas, dugaan permainan di gudang Bulog juga harus segera diberantas.” kata Sudandi Sekjen Fakrab, Sabtu (28/04)

Selain itu Pihaknya membeberkan, Penting juga pemimpin Bulog saat ini untuk melakukan penyisiran dan memantau rekam jejak mereka yang selama ini diduga bermain di Bulog dari tingkat Kepala Divre, Subdivre, Kepala Gudang sampai Juru Timbang, bagi mereka yang telah berbuat curang harus segera dicopot.

“Ada semacam harapan baru dan sangat besar ketika Bulog dipimpin oleh seorang Budi Waseso yang reputasi ketegasannya ketika memimpin BNN sudah tidak diragukan lagi, semoga ini terjadi ketika Buwas memimpin Perum Bulog.” jelas Sudandi.

Kendati demikian Sudandi menambahkan pemimpin Bulog saat ini harus kerja secara kongkrit misalnya terkait menjaga pasokan dan kestabilan harga bahan pangan, apalagi mendekati bulan puasa, Selain itu harus bisa memetakan persoalan dan mengetahui secara jelas dan gamblang bagaimana kondisi Bulog saat ini yang menurut penilaian dirinya sangat mengkhawatirkan dan memble.

“Kami juga mendesak agar pemimpin Perum Bulog yang baru dapat memberantas para mafia beras yang selama ini bergentayangan seperti kasus penimbunan dan mempermainkan harga. Mengingat beras merupakan kebutuhan dasar, kebutuhan pokok dan menyangkut persolan perut rakyat yang tidak boleh dipermainkan.” tutup Sudandi. (Lb/Ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here