Ketegangan dengan Rusia Jadi Agenda Utama Pertemuan NATO

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memimpin pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, Belgia. (Ist)

Brussels, Liputanbanten.co.id – Ketegangan diplomatik dengan Rusia akan menjadi agenda utama pertemuan para Menteri Luar Negeri NATO di Brussels hari ini, Sabtu (28/4).

Pertemuan puncak diadakan beberapa minggu setelah negara-negara Barat menuduh Moskow meracuni mantan mata-mata Rusia di Inggris.

Ketegangan makin meningkat setelah sekutu Rusia, Suriah diduga melakukan serangan senjata kimia. Dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah memicu AS, Perancis dan Inggris untuk melancarkan serangan udara balasan ke Suriah. Walaupun aksi militer itu tidak diatur melalui NATO, NATO menyetujuinya.

Pertemuan hari ini akan menjadi pertemuan besar terakhir di bangunan tua NATO di Brussels sebelum para staf internasional dan 29 kedutaan pindah ke kantor pusat baru bernilai $1,5 miliar pada Juni. Namun tantangan yang sama masih tetap ada. Sekretaris Jenderal NATO,Jens Stoltenberg, Kamis (26/4), mengatakan fokus utamanya adalah apa yang ia sebut ‘perilaku berbahaya’ Moskow.

“Ini termasuk aneksasi ilegal dan tidak sah atas Krimea, destabilisasi Ukraina timur, campur tangan dalam proses demokrasi, serangan siber dan kampanye disinformasi,” kata Stoltenberg kepada wartawan.

Para menteri luar negeri juga akan membahas keamanan di Timur Tengah dan Afrika Utara, terutama Irak.

“Kami sedang merencanakan misi pelatihan untuk beberapa ratus orang.Mereka nantinya akan melatih para instruktur Irak dan membantu membangun sekolah- sekolah militer di Irak,” kata Soltenberg menambahkan.

Menteri Luar Negeri Amerika yang baru, Mike Pompeo, sedang menuju ke Brussels untuk pertemuan NATO itu sebelum berkunjung ke Timur Tengah.Pompeo dilantik Kamis untuk menggantikan Rex Tillerson, yang diberhentikan oleh Presiden Donald Trump pada bulan lalu.Presiden Trump diperkirakan akan menghadiri pertemuan puncak para pemimpin NATO pada Juli.

Para analis mengatakan sekutu- sekutu NATO mengharapkan jaminan lebih lanjut dari komitmen Amerika pada Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu. (VOA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here