Demi K3, Sekda Pandeglang Sidak Pasar

Sekda Pandeglang, Ferry Hasanudin saat sidak ke Pasar Pandeglang, Senin (29/10/2018)

Pandeglang, Liputanbanten.co.id – Sekda Pandeglang, Ferry Hasanudin meninjau Pasar Pandeglang. Kunjungannya untuk memastikan kondisi pasar sesuai dengan harapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3).

Untuk menciptakan pasar K3, Ferry menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan secara liar. Penertiban PKL diatur dalam Pasal (8) ayat (2) Perda K3.

“Setiap orang dilarang untuk berjualan pada trotoar, badan jalan, jalur hijau, dan taman umum, terkecuali pada tempat-tempat yang khusus disediakan bagi pedagang untuk berjualan,” kata Ferry, Senin (29/10/2018).

Kata dia, trotoar dan badan jalan sepanjang Jl. Jendral Ahmad Yani kerap dijadikan berjualan oleh PKL. “Memang ini sulit,  namun tetap harus kita tegakan, oleh sebab itu relokasi harus menjadi pembahasan serius,” katanya.

Agar tidak terjadi lagi hal demikian, harus ada pengawasan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Tadi sampaikan bahwa disini (pasar) harus ada pengawasan,  jika itu tidak ada akan terulang kembali,” ungkapnya.

Terlepas dari PKL, kata dia,   parkir liar juga kerap mengganggu kelancaran para penguna jalan.  Memang untuk parkir tidak masuk kedalam Perda K3,  tapi ini tetap harus ditegakan demi lancarnya lalu lintas dan pemakai jalan terasa nyaman.

“Di bahu jalan ada garis putih sebagai batas untuk parkir kendaraan, jika pengendara tidak mau mematuhinya harus ditertibkan secara paksa,” katanya.

Kasi Pembinaan dan Penyuluhuan pada SatPol PP, Agus Mulyana mengatakan penertiban ini sudah kami lakukan dari mulai tiga hari yang lalu. Oleh sebab itu mereka (PKL) diberi waktu 3×24 jam hingga 7×24 jam.

“Dari kemarin sudah kita tertibkan,  sejauh ini tidak ada yang melanggar. Namun biasanya, kalau kita beranjak mereka turun lagi, makadari itu solusinya akan ada petugas yang monitor, ” kata Agus.

Kasi Perparkiran pada Dinas Perhubungan, Adi Wahyudi mengakui memang sering ada mobil yang parkir diluar garis putih yang sudah dibuat. Hal ini tentu sangat mengganggu bahkan menghambat laju kendaraan.

“Makanya sudah beberapa bulan ini kita sudah menempatkan petugas sehingga yang parkir tidak keluar dari batas,  dengan begitu jalan ini bisa dipakai dua jalur. Walaupun ditarget PAD jangan sampai menghambat pengguna jalan,” katanya.

Masih kata Adi, jika memang masih banyak saja yang melanggar, tidak menutup kemungkinan akan dibawa paksa. “Jika semua mendukung demi ketertiban bisa saja kami lakukan,  namun sampai saat ini kita blm punya kendaraan derek, ” ujarnya. (Lb/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here