Pemkot dan FKB Komitmen Dalam Layanan Kesehatan di Tangsel

Tangsel, Liputanbanten.co.id – Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany akhirnya menandatangani Kesepakatan Perbaikan Layanan Kesehatan di Kota Tangerang Selatan,

Sebelumnya Jumat  15 Desember 2017 disepakati bersama pada acara Diskusi Publik yang Forum Kesehatan Bersama (FKB) Kota Tangerang Selatan. Jumat, (29/12/17). Airin mengatakan akan merealisasikan komitmen perbaikan layanan kesehatan yang telah ditandatanganinya tersebut.

“Jumat 15 Desember kemaren kita sebenarya sudah bersepakat dalam rangka membangunan komitmen bersama pemkot Tangsel, Dinas Kesehatan, DPRD Kota Tangsel, dan Forum Kesehatan Bersama di Aula DPRD kota Tangsel, namun ” Ucap  Angga (Koordinator Divisi Kebijakan Publik PATTIRO Banten) di kantor walikota tangsel

Angga mengapresiasi Walikota tangerang selatan yang sudah menandatangani kesepakatan komitmen bersama untuk meningkatkan perbaikan pelayanan kesehatan di tangerang selatan.

“Kami akan terus mengawal dan terus memantau komitmen yg telah ditandatangani. Kami akan melihat perkembangannya secara berkala. Terkait keterlibatan forum kesehatan bersama yakni akan terus melihat sejauh mana forum yg sudah terbentuk dilibatkan oleh pemerintah daerah dalam seluruh proses pengambilan kebijakan dibidang kesehatan”, tutur angga.

Koordinator TRUTH, Acho menambahkan ada beberapa point penting yang kami sepakati bersama diantaranya, Berkomitmen bahwa pelayanan kesehatan menjadi tanggung jawab bersama dan akan terlibat aktif dalam kegiatan perbaikan layanan kesehatan,

Berkomitmen mendorong perbaikan layanan kesehatan dalam perencanaan pembangunan dan mengalokasikan anggaran secara proporsional, Berkomitmen melakukan monitoring terhadap upaya percepatan integrasi Jaminan Kesehatan Daerah dengan Jaminan Kesehatan Nasional dan kinerja pegawai dalam penyelenggaran layanan kesehatan, Membangun kemitraan antara penyelenggara layanan kesehatan dengan program jaminan kesehatan nasional dan daerah, Melakukan perbaikan layanan dan mekanisme pengaduan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta melaksanakan penilaian kepuasan masyarakat terhadap penyediaan layanan kesehatan secara berkala.

Pernyataan ini adalah tindak lanjut dari hasil survey kepuasan masyarakat tentang layanan kesehatan di RSUD, Puskesmas dan BPJS Kota Tangerang Selatan dan rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah. Harapan setelah penandatanganan kesepakatan ini adalah pemerintah daerah akan berkomitmen melakukan perbaikan layanan kesehatan sesuai dengan hasil survey dan rekomendasi yang disampaikan. Kegiatan ini juga sesuai dengan implementasi Permenpan no. 16 tahun 2017 tentang forum konsultasi publik yang merupakan sebuah bentuk dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan layanan publik yang menghasilkan rekomendasi.

Salah satu anggota FKB dari kader posyandu mengungkapkan 2 kejadian meninggal karena di tolak rumah sakit di Kota Tangerang Selatan akibat kelalaian administrasi. 1 orang pasien ciputat mengidap diabetes meninggal karena di tolak rumah sakit karena masalah rujukan, dan 1 pasien kecamatan setu mengalami sakit jantung namun tidak ditangani oleh RSUD hingga meninggal. Sehingga dengan adanya penandatanganan ini, pemerintah daerah menjadi lebih memperhatikan nyawa dan kesehatan masyarakatnya.

FKB Kota Tangsel terbentuk tanggal 24 Mei 2017 berdasarkan kepedulian dari beberapa lembaga dan kelompok peduli kesehatan di Kota Tangerang Selatan. Selanjutnya dari kegiatan ini, FKB Kota Tangsel akan melakukan pemantauan terkait progress dari kesepakatan tersebut. Adapun anggotanya terdiri dari Kelompok Kader Posyandu di 7 Kecamatan, IDI Tangerang Selatan, IBI Tangerang Selatan, PBAK Dompet Dhuafa, PATTIRO Banten dan TRUTH. [Lb/Herlin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here