Kesulthanan Banten Tempat Wisata Religius Yang Masih Ramai Dikunjungi

Masjid Agung Banten.

Serang, Liputanbanten.co.id – Masjid Agung Banten telah menjadi ikon sekaligus destinasi wisata Banten selama bertahun-tahun. Sejarah berdirinya pun cukup panjang hingga sekarang masih tetap berdiri kokoh. Masjid Agung Banten berada di Kawasan kesultanan Banten yang berjarak 10 kilometer dari Kota Serang. Tepatnya berada di Desa Banten, Kecamatan Kasemen.

Menurut penuturan Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten H. Tubagus Abbas Wasse, Wisata religi di Kesulthanan Banten menjelang akhir 2017 cukup ramai siang dan malam, keramaian pun bertepatan dengan bulan maulud ada agenda tahunan festival panjang mulud 2017 yang menjadi tradisi kebudayaan di kesulthanan Banten setiap tahunnya.

Selain menikmati keramaian panjang maulud, wisata religi dapat mengunjungi tempat-tempat sejarah peninggalan Sultan Maulana Hasanuddin ini, seperti melihat bagaimana kondisi teraktual masjid yang dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin sekitar tahun 1552-1570 Masehi. Bangunan masjidnya memiliki luas mencapai satu hektar, sedangkan luas kompleks masjid adalah dua hektar.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Banten juga menjadi destinasi wisata religi dan histori bagi umat Islam yang datang bukan hanya dari Banten, tetapi juga dari provinsi lainnya. Di Masjid Agung Banten, pengunjung bisa melakukan berbagai macam kegiatan seperti berziarah, menikmati arsitektur kuno dan unik masjid, serta melihat bukti-bukti bersejarah Kesultanan Banten.

Untuk arsitektur, Masjid Agung Banten memiliki keunikan yang terdapat pada puncak atap masjid berupa atap susun lima, mirip dengan pagoda China.

Lanjut Tubagus Abbas Wasse, masjid ini dibangun oleh arsitek bernama Raden Sepat dari Majapahit yang telah berpengalaman membangun masjid seperti di Demak dan Cirebon.

Hal unik lainnya dari Masjid Agung Banten adalah keberadaan menara di sebelah timur masjid. Menara yang terbuat dari batu bata ini memiliki tinggi 24 meter dengan diameter 10 meter di bawahnya. Untuk mencapai puncak menara, pengunjung harus menaiki 83 anak tangga melalui lorong yang hanya mampu dilewati satu orang.

Dari atas menara tersebut, pengunjung bisa melihat perairan lepas pantai yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari lokasi masjid.

Menurut  H. Tubagus Abbas Wasse, harapan di tahun 2018 mudah-mudahan dengan adanya revitalisasi di keraton kesulthanan Banten semakin nyaman dan indah sehingga para tamu yang datang juga nyaman, hal ini butuh kebersamaan semua pihak untuk mewujudkan hal tersebut. [Lb/red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here