Sepanjang 2017 Suspect Difteri Menakutkan, WH: Banten KLB Difteri

Gubernur Banten Wahidin Halim. (Foto: liputanbanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Sepanjang tahun 2017, rumah sakit rujukan di 5 kabupaten dan kota di Banten telah menangani 39 pasien suspect difteri, diantara kelima tersebut Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara Serang masih merawat 4 pasien suspect difteri di ruang isolasi.

Menurutnya, pihak rumah sakit menyatakan pasien dinyatakan positif difteri setelah ada uji laboratorium dari pihak Kementerian Kesehatan.

“Jadi untuk kasus difteri, sampai saat ini rujukan suspect, diduga, nah itu 39 orang,” kata Direktur RSDP Serang dr Agus Gusmara kepada wartawan di Serang, Selasa.

Lanjut Agus, dari jumlah tersebut, rumah sakit sudah memulangkan 2 pasien positif difteri asal Kragilan, Kabupaten Serang, dan Lebak. Sedangkan 4 meninggal dari Lebak, Tangerang, Padarincang, di Kabupaten Serang dan daerah Unyur, Kota Serang.

Sejak awal tahun, menurutnya, pihak rumah sakit sudah kedatangan pasien suspect difteri karena RSDP juga menyediakan ruang isolasi pasien wabah tersebut.

“Kapasitas 4, sudah penuh lagi. Hasilnya (laboratorium) yang 4 ini belum ada dari Litbangkes. Kalau negatif dipindahin ke ruang biasa,” katanya.

Sebelumnya, pada Minggu (24/12), seorang mahasiswa UIN Jakarta, Aufatul Khuzzah (19) asal Tanara, Kabupaten Serang, meninggal karena suspect difteri di RSDP Serang. Ia sempat dirawat di ruang isolasi mulai 9 sampai 23 Desember.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim sudah menyatakan daerahnya mengalami kejadian luar bisa (KLB) difteri. [Lb/red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here