10 Menit Cetak Gol, Chelsea Kalahkan Arsenal

Liputanbanten.co.id – Debut Mikel Arteta di Emirates Stadium tak berakhir manis. Arsenal kalah dari Chelsea dengan skor 1-2 dalam laga pekan ke-20 Premier League 2019/2020 yang berlangsung pada Minggu (29/12/2019) malam WIB.

Arsenal mencetak gol terlebih dahulu lewat sundulan Pierre-Emerick Aubameyang (13′). Namun, Chelsea berhasil membalas via Jorginho (83′) dan Tammy Abraham (87′).

Berkat hasil ini, Arsenal terdampar di peringkat 12 dengan 24 poin. Sementara, Chelsea tetap di peringkat empat dengan 35 poin.

Arteta kembali menggunakan skema 4-2-3-1 yang ia terapkan di laga lawan Bournemouth. Alexandre Lacazette sebagai ujung tombak ditopang oleh Reiss Nelson, Mesut Oezil, dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Lucas Torreira dan Matteo Guendouzi menjadi double pivot di lini tengah. Sementara, lini belakang dihuni oleh Ainsley Maitland-Niles, Calum Chambers, David Luiz, dan Bukayo Saka. Gawang Arsenal, tentu saja, dijaga oleh Bernd Leno.

Dari kubu tamu, Frank Lampard menerapkan pakem 3-4-2-1. Tammy Abraham , Mason Mount, dan Willian berada di lini depan. Mateo Kovacic dan N’Golo Kante menjadi poros di lini tengah.

Fikayo Tomori, Kurt Zouma, dan Antonio Ruediger di jantung lini pertahanan diapit oleh Emerson Palmieri dan Cesar Azpilicueta. Sementara, gawang Chelsea dijaga oleh kiper asal Spanyol, Kepa Arrizabalaga.

Arsenal sukses memulai pertandingan dengan baik dalam laga perdana Mikel Arteta di Emirates Stadium ini. Pergerakan trio Aubameyang-Oezil-Nelson cair dan Lacazette cukup apik dalam menjalankan tugasnya sebagai pemantul bola.

Dari situ, Arsenal sanggup mencetak gol saat laga baru berjalan 13 menit. Tendangan penjuru Oezil berhasil disambut oleh Chambers.

Alih-alih mengarahkan bola ke gawang, Chambers melepaskan flick ke arah Aubameyang. Penyerang asal Gabon itu berhasil lepas dari kawalan Emerson, dan melepaskan sundulan yang tajam.

Berkat gol cepat ini, Arsenal semakin di atas angin. ‘Meriam London’ nyaris mencetak gol kedua lima menit setelah gol pertama lewat kombinasi Aubameyang dan Lacazette. Sayangnya, nama kedua gagal melepaskan tembakan dengan sempurna akibat adangan Kante.

Namun, bukan Arsenal namanya kalau tidak ketiban sial. Chambers, yang bermain apik, mengalami cedera di menit ke-24. Bek asal Inggris itu kemudian digantikan oleh Shkodran Mustafi.

Arsenal masih terus mendominasi bola, tetapi intensitasnya tak setinggi di awal laga. Di satu sisi, Chelsea tak benar-benar mampu memberikan ancaman berarti.

Akhirnya, tak ada gol tambahan tercipta. Arsenal sanggup mengunci babak pertama dengan keunggulan satu gol.

Memasuki babak kedua, Chelsea meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, mereka mendapatkan peluang via tendangan Kante tiga menit setelah sepak mula. Untung buat Arsenal, tembakan sang gelandang bertahan melebar.

Peluang Kante itu menunjukkan minat Chelsea di babak kedua dengan gamblang, yaitu menyamakan kedudukan. Dari situ, The Blues terus menekan dan mengurung Arsenal.

Menariknya, Arsenal tampak kehilangan sentuhan mereka di babak pertama. Aubameyang dkk. berhasil tampak kesulitan menghadapi tekanan Chelsea dan gagal menjaga bola dengan baik.

Disatu sisi, Chelsea masih kesulitan untuk menemukan sentuhan terakhir di final third. Abraham, yang menjadi juru gedor Chelsea, memang tampil di bawah standar. Namun, kredit mesti diberikan kepada Luiz dan Mustafi yang cukup solid.

Pada akhirnya, pertahanan Arsenal runtuh juga. Chelsea berhasil mencetak gol di menit ke-83 via kaki Jorginho, yang memanfaatkan blunder Leno.

Gol Jorginho itu membuat Arsenal remuk. Empat menit setelah gol penyama kedudukan itu, Chelsea mencetak gol kedua lewat skema serangan balik yang diselesaikan oleh Abraham.

Arsenal boleh merasa hasil ini tak adil. Namun, mereka semestinya bisa bereaksi lebih cepat untuk menangani tekanan Chelsea.

Arsenal tak memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Akhirnya, Chelsea berhasil pulang dari Emirates Stadium dengan kemenangan 2-1.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here