Banyak Ditawari Partai Besar, Fahri Hamzah : Saya Tetap Ingin Di PKS

Serang, Liputanbanten.co.id – Para alumni dan aktivis KAMMI Banten mendapat momentum khusus tahun ini. Sebab dalam memperingati Milad KAMMI Ke-20, Keluarga Alumni KAMMI Banten mendatangkan Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI sekaligus mantan Ketua Umum KAMMI Pusat pertama di Kafe Lontar, Kota Serang, Kamis (29/3) kemarin.

Dalam acara  tersebut, Fahri Hamzah menyampaikan beberapa hal terkait isu terkini, diantaranya masalah kepemimpinan nasional. Menurut Fahri, 2019 merupakan momentum untuk memilih pemimpin yang betul – betul bisa mengubah keadaan.

“Kalau yang sekarang memang sudah terbukti tidak bisa mengubah keadaan, makanya perlu ada kepemimpinan baru di Indonesia. Dan pemilu 2019 merupakan momentum untuk masalah kepemimpinan,” kata Fahri.

Masih kata Fahri, ada maindseat yang harus diubah dalam diri bangsa Indonesia khususnya tentang pengelolaan negara. Salah satu contohnya adalah masalah penanganan korupsi di tanah air.

“Kita ini negara demokratis, maka sebetulnya kalau sistem ini diterapkan dengan benar secara otomatis korupsi akan hilang sendirinya karena ada sistem,” katanya.

Selain itu Fahri mengatakan, sistem demokratis merupakan sistem dimana serba terbuka termasuk para pejabat pengelola negara. Hal ini berbeda dengan sistem otoritarianisme, dimana semua serba tertutup sehingga busuk di dalamnya.

“Ibarat rumah, sistem otoritarianisme seperti rumah yang tertutup. Pengap, banyak kecoa dan berbau tidak sedap. Hal ini berbeda dengan sistem demokratis, jendela terbuka sehingga sinar matahari masuk dan ruangan menjadi sehat dan kecoa- kecoa dengan sendirinya akan keluar,” ujar Fahri.

Sementara Meski ditawari untuk bergabung ke partai lain,  Fahri tetap tak mau keluar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan ia memiliki harapan besar terhadap PKS sebagai partai modern.

Fahri pun menuturkan jika dirinya banyak ditawari sejumlah partai, namun ia tetap tak mau pindah dari PKS. Sebab, kata dia, PKS merupakan partai masa depan dan bisa menjadi partai modern karena kelahirannya bermula dari ide-ide besar.

“Yang menawari saya banyak, adalah sejumlah partai dengan posisi yang lumayan bagus. Tapi saya tetap di PKS, dan apa yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya untuk tetap konsisten di dalam PKS,” tutupnya [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here