Pelabuhan Perikanan Labuan Tertutup Sampah

Foto: Sampang di Pelabuhan Labuan (bahtiar/detikcom)

Pandeglang, Liputanbanten.co.id – Pantai di sepanjang Pelabuhan Perikanan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten tertutup puluhan ton sampah. Sampah menutupi bibir pantai bahkan sampai ke rumah bagian belakang rumah penduduk.

Berdasarkan yang dikutip dari detik.com, keberadaan sampah membuat aroma sampah bercampur jemuran ikan asin tercium di sepanjang pantai yang sehari-hari digunakan untuk pelelangan ikan.

Berbagai jenis sampah mulai dari plastik, styrofoam, sampah domestik bahkan bekas bantal bercampur menutupi bibir pantai. Diperkirakan, sampah berserakan ini mencapai puluhan ton.

Akibat sampah ini, perahu nelayan yang akan bersandar ke bibir pantai juga terganggu akibat banyaknya sampah. Nelayan harus menyandarkan kapal bukan lagi di pasir tapi di tumpukan sampah.

Warga yang tinggal di pinggir pantai terlihat tak terganggu dengan menumpuknya sampah tersebut. Ada puluhan bagian belakang rumah warga bahkan bercampur dengan tonan sampah. Mereka juga terlihat biasa saja saat menjemur ikan di atas tumpukan sampah.

Warga bernama Yudi mengatakan sampah menumpuk di pantai Labuan sejak beberapa tahun ini. Tak ada warga yang berusaha membersihkan karena mereka biasa membuang sampah ke laut.

Selain itu, kesadaran untuk kebersihan juga menurutnya kurang. Apalagi, tidak ada pembuangan sampah dalam kapasitas besar yang ada di sekitar pantai.

“Udah lama ini bertahun-tahun sampah banyak. Kesadaran ke kebersihannya juga kurang,” katanya kepada wartawan, Pandeglang, Banten, Selasa (31/7).

Selain akibat buang sampah sembarangan, pantai yang dulu pasirnya berwarna putih ini menurutnya juga mendapatkan kiriman sampah dari tengah laut. Apalagi, saat terjadi gelombang tinggi, banyak sampah yang terdampar di pantai desa Teluk, Labuan.

Supri, warga setempat menambahkan, sampah yang menutupi pantai diperparah dengan warga di sekitar pasar Labuan yang biasa buang sampah sembarangan. Ada warga yang sering buang sampah di sungai Cilabuan yang alirannya langsung ke pantai. “Biasanya ada yang buang ke sungai, tengah malam. Kan sungainya langsung ke laut,” ujarnya.

Akibat sering membuang sampah ke sungai tersebut, kapal milik nelayan juga sering rusak. Kapal juga tidak bisa lewat melalui sungai tersebut karena tonan sampah yang menghambat laju kapal.

“Itu juga banyak kapal yang rusak gara-gara mesinnya nggak muter karena kena sampah,” ujarnya. (Lb/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here