Mantan Penyidik KPK Menerima Suap Rp11,5 Miliar dari Lima Perkara yang Ditangani KPK

Gedung KPK. @Foto:Net/Liputanbanten.co.id

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Mantan penyidik Komisi Pmberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju bersama Maskur didakwa telah menerima uang suap Rp11,5 Miliar dari penanganan lima perkara di KPK. Hal tersebut terungkap saat Robin menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (13/09/2021).

Dalam dakwaanya, Robin dan Maskur menerima supa dari M Syahrial sejumlah Rp1,695 miliar, Azis Syamsudin dan Aliza Gunado sejumlah Rp3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS, Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp507,39 juta, Usman Effendi sejumlah Rp525 juta dan Rita Widyasari sejumlah RpRp5.197.800.000.

Sebagaimana diberitakan Antara, M. Syahrial adalah Wali Kota Tanjungbalai nonaktif; Azis Syamsudin adalah Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar; Aliza Gunado adalah kader Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG); Ajay Muhammad Priatna adalah Wali Kota Cimahi non-aktif; Usman Effendi adalah Direktur PT. Tenjo Jaya yang juga narapidna kasus korupsi hak penggunaan lahan di Kecamatan Tenjojaya, Sukabumi, Jawa Barat; dan Rita Wisyasari adalah mantan Bupati Kutai Kartanegara.

Atas perbuatannya, Robin dan Maskur didakwa berdasarkan pasal 12 huruf a atau pasal 11 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo padal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.(Ant/Ifn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here