FMCPP Pandeglang Tolak Rencana Exs MAN 2 Pandeglang Dilelang

Forum Masyarakat Cihideung Peduli Pendidikan (FMCPP) Pandeglang.

Pandeglang, Liputanbanten.co,id – Forum Masyarakat Cihideung Peduli Pendidikan (FMCPP) Pandeglang Menolak Rencana Pembongkaran gedung Exs MAN2 Pandeglang, Forum Menilai Rencana Pembongkaran itu adalah Tindakan Arogansi Kekuasan menyimpang Secara  etika mengusik rasa ke adilan masyarakat Cihideung.

Ketua FMCPP Tatang Tohani menjelaskan bahwa Berawal dari sebidang tanah wakaf dari H. Musthofa dengan luas 2020 M2 di atas lahan tersebut sekitar tahun 1950 di dirikanlah lembaga pendidikan madrasah dan Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun.

Setelah itu, di dirikannya bangunan sebanyak 6 lokal berikut petak asrama fasilitas guru pengajarn sket denah tersebut terlampir pada tahun 1967-1979 di tempati  untuk kegiatan  pendidikan PGAN 6 tahun.

“Sekitar tahun 1981-1983 di pinjam untuk kegiatan sekolah MAN Vilial serang THN 1983 -2019 menjadi MAN 2 Pandeglang selama digunakan oleh MAN 2 Pandeglang gedung yg lama di renovasi oleh MAN 2  dan di bangun 2 Lokal ruang baru dan mushola serta ruang kantor dengan letak di objek tanah milik wakaf.” Ujar Tatang tohani kepada liputanbanten.co.id, Minggu (13/12/2020).

Lanjut Tatang, pada tahun 2019 MAN 2 Pandeglang pindah Lokasi  ke tempat milik sendiri ( MAN 2 Pandeglang-red)) upaya masyarakat mengajukan permohonan hibah utk kesinambungan kegiatan lembaga pendidikan dengan berkirim surat ke Pihak MAN 2 Pandeglang dan Kemenag kabupaten Pandeglang serta ke Kanwil Provinsi Banten, namun jawabannya adalah bangunan tersebut mau di bongkar dengan cara lelang.

Maka kami dari Forum Masyarakat Cihideung  Peduli Pendidikan bersikap dan menolak terhadap rencana pembongkaran gedung  Exs MAN 2 Pandeglang dikarenakan di atas lahan itu sudah ada bangunan lama milik masyarakat yg di bangun secara gotong royong.

“Pihak MAN 2 Pandeglang menyalah gunakan kepercayaan masyarakat Cihideung, puluhan tahun menggunakan lahan dan fasilitas tanah wakaf tanpa sewa menyewa untuk kegiatan belajar mengajar. Mereka (MAN 2-red) pergi tanpa permisi, dan yang lebih menyakitkan lagi mereka akan membongkar gedung tersebut untuk dijual dengan cara dilelang, padahal itu tanah wakaf dari masyarakat,” tutur Tatang.

Sementara itu sekretaris FMCPP Pandeglang Muhamad Avhenk Fachrudin menambahkan, sebagai anak cucu dan generasi penerus dari para orang tua yang telah membangun gedung MAN 2 pandeglang pada intinya tetap menolak apapun bentuk upaya pembongkaran gedung yang sangat bersejarah bagi dunia pendidikan yang dibangun oleh para orang tua kami dahulu. (Lb/Rls/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here