Asda 1 Setda Kabupaten Serang Mengamini Pendidikan PRB Diterapkan Disekolah

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna diraung kerjanya pada Senin, 21 Februari 2022.@Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna mengamini diadakannya kegiatan belajar mengajar tentang pengurangan resiko bencana (PRB) di sekolah tingkat SD.

“Pendidikan pengurangan resiko bencana bisa diterapkan juga dalam ekstrakurikuler ditingkat pendidikan sekolah dasar,” ujar Nanang saat berbincang dengan Liputanbanten.co.id diruang kerjanya pada Senin, 21 Februari 2022.

Menurutnya, pendidikan pengurangan resiko bencana itu sangat dimungkinkan bisa diterapkan di Kabupaten Serang, mengingat daerah tersebut banyak titik yang daerah rawan bencana.

“Ada gunung anak kratau, dekat dengan laut. Terbukti pada tsunami 2018 daerah Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang terkenda dampak tsunami itu. Jadi penting soal pendidikan pengurangan resiko bencana diedukasi,” katanya.

Menurut Nanang, jika pendidikan pengurangan resiko bencana diterapkan disekolah maka siswa disekolah akan terbiasa menerapkan hidup siap siaga dalam menghadapi bencana. Hal itu menurutnya menjadi peluang untuk menjadikan masyarakat tangguh menghadapi bencana.

Meskidemikian, teknis implementasi jika pendidikan pengurangan resiko bencana diberlakukan di pendidikan tingkat sekolah dasar, harus diatur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang.

Baca Juga: BMKG Rekomendasikan Banten Perkuat Mitigasi Gempa dan Tsunami

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten direkomendasikan untuk memperkuat sistem mitigasi ancaman gempa dan tsunami. Rekomendasi disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilansir dari laman web BMKG di Jakarta pada Selasa, 15 Februari 2022.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati hal itu bisa dilakukan melalui upaya penyiapan sarana evakuasi seperti sirine, jalur, rambu, tempat evakuasi, command center, serta edukasi dan latihan rutin untuk seluruh masyarakat, pengelola industri dan pariwisata.

Selain itu, Pemprov Banten juga harus membangun sarana penyebarluasan informasi secara cepat seperti jaringan radio dan jaringan komunikasi lainnya, serta menyiapkan peralatan untuk mendapatkan akses langsung informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG.(Ifn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here