Tolak Kenaikan BBM di Tengah Kesulitan yang dialami Rakyat!

Ilustrasi. (Foto: Liputan Banten)

Lebak, Liputanbanten.co.id – PT Pertamina (Persero) kembali .enaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terhitung sejak Minggu, (1/6) kemarin. Revisi harga BBM nonsubsidi yang dimaksud adalah Pertamax naik Rp 800 dan Dexlite naik Rp 1.000 per liternya. Sedangkan harga BBM Pertalite, Premium, dan Solar sama.

Meski tidak terjadi kenaikan harga untuk BBM jenis premium dan solar, tetapi konsumen dipaksa menggunakan BBM jenis lain lantaran di kebanyakan SPBU tidak menjual premium dan solar.

Hal itu menuai banyak komentar negatif terhadap pemerintahan Jokowi, pasalnya selama 2018 saja sudah beberapa kali harga BBM melonjak naik. Seperti dikatakan Dede Yusuf Sekjen Front Aksi Mahasiswa Rakyat Banten (Fakrab).

“Sikap rezim Jokowi – Jk yang lagi lagi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kian menunjukan watak asli rezim, yang tidak berpihak kepada rakyat,” kata Dede Yusuf saat menghubungi liputanbanten, Senin (2/6).

Lanjut Dede situasi ini merupakan preseden buruk, bahkan ditengah ekonomi rakyat yang kian susah, lapangan kerja yang sulit serta berbagai persoalan lain yang menyesakan saat ini. Ironisnya, secara bersamaan BBM subsidi sulit ditemui.

“Ya aibatnya mau tidak mau, masyarakat terpaksa membeli BBM non subsidi yang harganya terus menerus naik.Kenaikan BBM akan kembali memukul daya beli rakyat dan masyarakat kelas bawah serta kian menyengsarakan rakyat, apapun dalih dan pembenarannya. Di tengah situasi sulit, perekonomian yang amburadul serta kondisi saat ini kami menolak kenaikan harga BBM dan meminta adanya subsidi terhadap BBM dengan jumlah yang mencukupi,” tutup Dede (Lb/Rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here